| Sunday, 21 November 2010 Koran Seputar Indonesia | |
| PERMINTAAN mobil untuk pasar dalam negeri terus menunjukkan peningkatan.Sebaliknya,ekspornya justru mengalami penurunan. Potensi pasar domestik sangat mungkin memberikan harapan pada industri kendaraan roda empat ini. Target penjualan yang dicanangkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) setiap tahun bukan hanya untuk penjualan dalam negeri, melainkan juga penjualan untuk pasar ekspor. Awal tahun lalu Gaikindo mencanangkan target ekspor untuk mobil kondisi utuh (completely built-up/ CBU) sebesar 100.000 unit. Namun, pada bulan lalu Gaikindo merevisi target mereka menjadi sekitar 65.000 unit mengingat sampai Agustus lalu penjualan masih rendah sehingga sulit untuk merealisasikan target. “Saya pikir ini akan cukup sulit untuk mencapai 100.000 sekarang,” kata Ketua Umum Gaikindo Sudirman Maman Rusli bulan lalu di Jakarta. Menurut data Gaikindo, ekspor mobil CBU sampai Agustus sebesar 49.427. Angka ini sebenarnya naik 60,1% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 30.858 unit. Kendati begitu, kenaikan tersebut tetap sulit untuk mencapai target 100.000 unit hingga akhir tahun ini. Salah satu alasan yang membuat target ini sulit tercapai adalah kondisi negaranegara tujuan ekspor yang belum sepenuhnya pulih dari krisis keuangan global pada 2009. Karena itu,produsen lokal tidak dapat meningkatkan ekspor. Tahun lalu memang merupakan waktu sejumlah negara banyak dipenuhi suasana dampak krisis yang mengganggu pergerakan ekonomi. Parahnya lagi, dampaknya masih terasa hingga tahun ini, khususnya pada bulan-bulan pertama. Hal ini juga berdampak pada ekspor mobil produksi lokal ke sejumlah negara. Peningkatan ekspor mulai terasa pada Agustus lalu yang naik tajam 122,6% menjadi 7.279 unit dibanding Agustus tahun lalu sebanyak 3.269 unit. Kepala Urusan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Irwan Priyantoko mengatakan, ekspor mobil mulai meningkat memasuki semester kedua.Hal ini ditandai dengan lonjakan pesanan dari berbagai daerah seperti Timur Tengah dan wilayah Asia Tenggara.Irwan memperkirakan, tren kenaikan akan berlanjut hingga akhir tahun. “Kami menerima pesanan penambahan 1.000 unit untuk Forturner (Toyota) dari beberapa negara di Timur Tengah, secara otomatis meningkatkan ekspor,” kata Irwan sebagaimana yang dilansir Antara. Rakitan lokal mobil yang diekspor dalam bentuk CBU di antaranya Suzuki APV,Toyota Kijang Innova,Daihatsu Gran Max,Toyota Avanza, Toyota Fortuner, Toyota Rush, Suzuki Swift, dan Honda Freed.Tujuan ekspor antara lain Malaysia,Thailand,Jepang,Mesir, Kuwait, Oman, Arab Saudi, dan Afrika Selatan. Berbeda dengan ekspor yang mengalami revisi penurunan target, penjualan domestik justru pada tahun ini mengalami revisi kenaikan target. Sejak Juni lalu misalnya Gaikindo merevisi target penjualan mobil 2010 seiring makin membaiknya permintaan kendaraan roda empat. Awal tahun Gaikindo hanya menargetkan penjualan 500.000 unit mobil.Namun, penjualan mobil sejak awal tahun memperlihatkan peningkatan. Pada empat bulan pertama misalnya, penjualan mobil sudah mencapai 263.000 unit.Jika angka itu berjalan stabil, selama satu tahun bisa lebih dari 700.000 unit. Gaikindo pada Juni lalu mengambil target realistis yaitu 600.000 hingga 650.000 unit.Jika target itu tidak direvisi lagi, akan mudah untuk mencapainya mengingat total penjualan domestik hingga September sudah mencapai 556.196 unit. Angka penjualan tahun ini memang mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.Pada 2009 penjualan hanya 483.548 unit mobil. Penjualan tahun lalu memang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya sebesar 603.774 unit mobil.Namun,angka itu lebih besar dibanding 2006 dan 2007 yang masing-masing 318.904 dan 433.341 unit mobil. Sementara itu penjualan mobil pada 2005 mencapai 533.917 unit atau lebih besar dibanding 2009,namun lebih kecil dibanding 2008. Toyota Mendominasi Pasar Dilihat dari sisi brandprodusen yang mengusai pasar domestik, Toyota selalu menjadi yang teratas. Setiap tahun Toyota selalu mengusai lebih dari 30% penjualan mobil di dalam negeri.Tahun lalu produsen ini berhasil menjual 186.687 unit dari 483.548 unit mobil yang diserap pasar domestik. Artinya, Toyota menguasai 38,6% dari pangsa pasar domestik yang ada tahun lalu.Pada tahun sebelumnya Toyota juga menunjukkan dominasi dengan 211.909 unit mobil yang terjual dari 603.774 unit atau menguasai 35,09%. Angka pencapaian pada 2008 merupakan yang terbesar dibanding periode lima tahun lalu. Pada 2005 penjualan Toyota sebesar 182.765 unit (34,32% dari total penjualan pasar domestik) kemudian turun menjadi 123.703 (30,79%) pada 2006 dan 150.631 (34,76%) pada 2007. Ada sejumlah brand yang bersaing merebut pasar domestik seperti Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki,Honda,Nissan,Isuzu,Hino, Mercedes Benz, dan sejumlah merek lain. Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki, dan Honda selalu berada di peringkat kedua setelah Toyota dalam membanjiri pasar dalam negeri. Pada tahun lalu Daihatsu mampu berada di peringkat kedua dengan total penjualan 77.513 unit mobil. Disusul Mitsubishi, Suzuki, Honda yang masing-masing mencapai penjualan 61.735 unit, 44.689 unit,dan 39.570 unit. Namun, pada 2008 giliran Mitsubishi yang berada di peringkat kedua dengan total penjualan 87.524 unit. Disusul dengan Daihatsu, Suzuki,dan Honda yang masing-masing memperoleh penjualan sebesar 78.041 unit, 73.067 unit,dan 52.500 unit.Begitu juga pada 2007 di mana Mitsubishi tetap berada di peringkat kedua dengan penjualan 61.547 unit. Tahun itu penjualan Suzuki sebesar 58.095 unit berhasil menyalip Daihatsu yang hanya 51.957 unit. Sementara Honda tetap berada di peringkat kelima dengan total penjualan 40.000 unit mobil. Kondisi ekonomi terlihat sangat berpengaruh dalam penjualan mobil baik untuk kebutuhan ekspor maupun dalam negeri mengingat sejumlah negara tujuan ekspor masih mengalami dampak krisis, hal ini berdampak pada target ekspor. Sementara dampak krisis untuk pasar dalam negeri tampaknya sudah mulai berlalu. Hal ini terlihat dari permintaan dan penjualan mobil di negeri ini. Penjualan tahun depan pun tentu tidak akan lepas dari kondisi ekonomi yang akan berlangsung tahun itu. Mengingat sudah ada perbaikan, tahun depan kondisi penjualan produk automotif khususnya mobil sangat mungkin terus meningkat, baik untuk kebutuhan ekspor maupun untuk kebutuhan domestik. (abdul malik/ islahuddin) |
Hino New Generation Ranger pertama di dunia, hadir di Indonesia!
PERTAMA DI DUNIA!
Tampilkan postingan dengan label Penjualan Otomotif 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penjualan Otomotif 2010. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 November 2010
Pasar Domestik Lebih Legit
Yang Semakin Melaju Kencang
| Sunday, 21 November 2010 Koran Seputar Indonesia | |
| GELIAT pasar mobil di Indonesia sangat menjanjikan. Ditelisik dari berbagai tipe mobil, hampir di semua jenis mobil memiliki karakter tersendiri. Kendati begitu, mobil penumpang jenis 4x2 masih menjadi primadona di Indonesia. Berdasarkan catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga September 2010,penjualan mobil jenis 4x2 sudah mencapai 365.023 unit atau sebesar 65% dari total pasar mobil. Selanjutnya jenis yang paling diminati adalah mobil pikap atau truk dengan penjualan 149.541 unit atau memperoleh pangsa pasar 26,9%. Baru kemudian disusul jenis sedan dengan angka penjualan 25.579 unit (4,6%), kabin ganda 4x2 dan 4x4 sebanyak 10.474 unit (1,9%), mobil jenis 4x4 sebanyak 2.810 unit (0,5%), dan mobil jenis bus 2.769 unit (0,5%). Catatan penjualan pada 2005- 2009 pun menunjukkan pola hampir serupa. Mobil jenis 4x2 selalu merajai pasar. Rinciannya, pada 2005 mobil jenis ini berhasil mencatat 327.155 unit (61,3%),2006 sebanyak 203.634 unit (63,9%), 2007 terjual 285.733 unit (65,9%), 2008 sebanyak 388.790 unit (64,4%),dan 2009 sebanyak 335.053 (69,3%).Peringkat kedua juga masih ditempati mobil niaga jenis pikap atau truk yakni 161.249 unit (2005), 89.540 unit (2006), 108.558 unit (2007), 161.747 unit (2008), dan 111.743 unit (2009). Jenis mobil sedan berada di urutan ketiga dengan 35.369 unit (2005), 17.565 unit (2006), 27.381 unit (2007), 34.300 unit (2008),dan 22.100 unit (2009). Jenis mobil kabin ganda, jenis 4x4, dan bus berada di urutan berikutnya. Secara total pasar penjualan mobil 2009 sebanyak 483.548 unit. Dari sisi jumlah, produksi mobil Indonesia menunjukkan hasil yang menggembirakan.Bahkan diprediksi produksi dan penjualan mobil akan mampu melampaui prestasi 2008. Dari catatan statistik, angka produksi dan penjualan mobil 2009 menunjukkan tandatanda menggembirakan. Berdasarkan data Gaikindo, total produksi mobil sejak Januari hingga September 2010 mencatat angka 510.384 unit dan penjualan 556.196 unit. Padahal mempertimbangkan masa pemulihan pascakrisis global, sebelumnya pasar mobil 2010 hanya diprediksi sebesar 500.000 unit. Ini mengingat realisasi penjualan mobil 2009 hanya tercatat sebesar 464.816 unit akibat dampak krisis global atau turun 23% dibanding 2008.Namun,rekam catatan penjualan mobil dari bulan ke bulan menunjukkan angka yang memuaskan. Tahun ini ditargetkan pasar mobil Indonesia mencapai angka 700.000 unit atau memecahkan rekor baru setelah 2008 yang mencatat penjualan 600.844 unit.Dengan demikian,Indonesia sangat berpotensi untuk semakin meningkatkan produksi mobil dalam negeri mengingat potensi pasar yang masih sangat terbuka. Bagaimanapun sektor manufaktur produksi mobil merupakan salah satu cabang industri terpenting. Selain mampu menyerap banyak tenaga kerja, juga memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB).Hal ini sebagaimana telah dibuktikan Jerman, yang menganggap produksi mobil adalah cabang industri terpenting di negara itu. Satu dari tujuh tenaga kerja bekerja di industri mobil, sektor ini menyumbang 17% dari volume ekspor Jerman. Dengan enam produsen yakni VW,Audi,BMW, Daimler,Porsche, dan Opel, Jerman termasuk penghasil mobil terbesar di dunia di samping Jepang dan Amerika Serikat. Bagaimana dengan Indonesia? Produk automotif di Indonesia terbagi menjadi dua kategori, yaitu kendaraan penumpang dan kendaraan niaga. Kendaraan penumpang terbagi menjadi tiga yaitu sedan,MPV 4x2,dan SUV 4x4 yang masing-masing dibagi lagi berdasarkan besarnya kapasitas mesin. Sementara itu, kendaraan niaga terbagi menjadi tiga jenis yakni bus,pikap atau truk,dan kabin ganda 4x2 atau 4x4 selanjutnya masing-masing jenis dibagi lagi berdasarkan berat kendaraan. Gaikindo melansir total produksi mobil Indonesia dari Januari– September 2010 sebesar 510.384 unit.Dengan rincian untuk tipe sedan 3.015 unit atau 0,6% dari total produksi mobil. Kemudian produksi mobil tipe 4x2 sebanyak 345.851 unit atau 67% dari total produksi. Produksi mobil tipe 4x4 sebanyak 7.768 unit atau 1,5% dari total produksi. Produksi bus sebesar 2.994 unit (0,6%), pikap atau truk 150.736 unit (29,5%). Berdasarkan merek,total kapasitas produksi selama Januari– Juli 2010 yang tertinggi adalah Toyota dengan 152.860 unit, naik 53,6% dibandingkan periode yang sama 2009 sebesar 99.498 unit. (abdul malik/ islahuddin) |
Putaran Gerak Industri Automotif
| Sunday, 21 November 2010 Koran Seputa Indonesia | |
| INDUSTRIautomotif dalam negeri disebut-sebut mencapai babak baru.Banyak kalangan memprediksi,pasar industri mobil Indonesia akan menjadi raja di kawasan ASEAN. Mengalkulasi prediksi kinerja industri automotif pada 2011 bisa memunculkan beragam spekulasi.Sebagian kalangan memandang pesimistis terutama terkait rencana penerapan pajak kepemilikan mobil secara progresif. Sebaliknya, tidak sedikit kalangan yang tetap memandang optimistis. Pertimbangan kepada jumlah pasar di Indonesia yang cukup besar bisa dimaklumi jika industri automotif diprediksi masih akan terus tumbuh tahun depan. Skenario pesimistis, pasar industri automotif pada 2011 diperkirakan bakal menurun 10% pada kuartal I/2011. Argumentasinya didasarkan pada tantangan industri ini terkait rencana penerapan pajak kepemilikan mobil secara progresif tahun depan. Sebenarnya, aturan ini diberlakukan guna mengatasi kemacetan akibat semakin bertambahnya populasi mobil di kota-kota besar seperti di Jakarta. Namun,banyak pihak menilai, pemberlakuan pajak ini kurang efektif dan kurang tepat sasaran. “Saya memperkirakan pasar akan terkoreksi 10% pada kuartal I/2011. Penurunan permintaan khususnya terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Berapa lama penurunan pasar akan terjadi? Saya tidak dapat memperkirakan secara pasti,”ujar Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Takayuki Kimura (SINDO,21/10/10). Tantangan industri automotif ke depan tidak hanya itu.Masih ada beberapa lagi lainnya seperti kebijakan fiskal berupa kenaikan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), laju inflasi, dan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang sangat kecil kemungkinannya untuk tidak terjadi. Namun, mempertimbangkan pasar Indonesia sangat besar sehingga ada atau tidaknya aturan baru perpajakan,konsumen masih akan tetap membeli mobil karena sudah dianggap sebagai kebutuhan. Kalangan yang optimistis menilai industri automotif di dalam negeri masih akan tetap tumbuh tahun depan. Pasar mobil 2011 diperkirakan akan mampu menembus angka 850.000 unit atau naik 11% dibanding 2010 yang diestimasi bakal tembus di angka 720.000 unit. Sementara pasar sepeda motor optimistis bakal tumbuh sekitar 10–15%, dari angka prediksi penjualan 2010 sebesar 7.200.000 bakal menjadi 8.050.000 unit pada 2011. Meski demikian,bagi sebagian kalangan, kalkulasi optimistis tersebut masih tampak belum meyakinkan. Terutama apabila mempertimbangkan regulasi perpajakan yang baru sehingga Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sempat lebih memilih untuk mematok target konservatif untuk posisi aman. Target konservatif penjualan mobil 2010, menurut Gaikindo, diperkirakan hanya 690.000 unit atau lebih rendah dari kalkulasi sebelumnya 720.000 unit . Namun, jika mengacu pada hitungan sederhana, penjualan mobil selama semester I/2010 yang menembus 370.000 unit, total penjualan hingga akhir tahun bisa mencapai 740.000 unit. Data Gaikindo menunjukkan realisasi total penjualan mobil per Oktober 2010 sudah mencapai angka 606.888 unit. Jika melihat angka tersebut, penjualan mobil tahun ini optimistis bisa mencapai target 750.000 unit.Atau jika menggunakan target lebih moderat, angka 730.000 unit mobil optimistis bisa terjual.Namun, angka ini lagi-lagi masih harus dibuktikan hingga akhir tahun ini. Dari sisi konsumen,hasil survei tentang aspiration index (AI) versi ACNielsen mengungkapkan bagaimana begitu tingginya keinginan konsumen Indonesia untuk memiliki mobil.Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia termasuk salah dari tujuh negara yang konsumennya memiliki keinginan tinggi untuk memiliki kendaraan pribadi. Survei ACNielsen menunjukkan persentase kepemilikan mobil di Indonesia hanya 50% dari populasi responden yang disurvei sehingga memiliki keinginan tinggi untuk membeli mobil.Selain Indonesia, ada China, India,Thailand, Korea, Hong Kong, dan Filipina yang merupakan negara-negara dengan tingkat permintaan mobil tergolong tinggi. Sementara pada beberapa negara dengan tingkat kepemilikan mobil cukup tinggi, tingkat keinginan untuk membeli mobil pun termasuk rendah seperti Amerika Serikat (AS), Swedia, Norwegia, dan Austria. Sedangkan Malaysia, Singapura,Taiwan,Australia, dan beberapa negara lainnya termasuk negara dengan tingkat AI medium untuk kepemilikan mobil. Gaikindo memprediksi pasar mobil Indonesia hingga 2015 akan mencapai 1.250.000 unit untuk target optimistis. Sementara target normatif hingga 2015 akan mencapai angka 1 juta unit. Total penjualan mobil di Indonesia sejak 2005-2009 sekitar 2,37 juta unit. Jika ditambah dengan realisasi 2010 yang optimistis bisa di atas 700.000 unit, bisa dikalkulasi total jumlah populasi mobil di Indonesia sejak 2005 hingga saat ini sekitar 3 juta unit. Angka rata-rata pertumbuhan mobil dikalkulasi sekitar 9-10% per tahun.Sementara rata-rata pertumbuhan jumlah sepeda motor mencapai 14-15% per tahun. Data total penjualan sepeda motor sejak 1996 hingga Agustus 2010, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sekitar 46,9 juta.Jika dijumlah keduanya, populasi kendaraan bermotor di Indonesia saat ini sekitar 50 juta unit. Dengan mempertimbangkan jumlah populasi penduduk Indonesia yang berada di atas 230 juta jiwa, pasar automotif di negeri ini masih terbentang luas. Tidak mengherankan jika survei tentang keinginan berbelanja masyarakat menempatkan kendaraan bermotor sebagai salah satu produk yang sangat ingin dibeli. Apalagi menilik beberapa hasil studi seperti hasil riset yang diluncurkan Asian Development Bank (ADB) 2010 yang menunjukkan bahwa pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia semakin meningkat sehingga peluang pasar automotif semakin terbentang lebar, seiring meningkatnya pendapatan masyarakat. Apalagi pemerintah sudah mematok angka pertumbuhan ekonomi tahun depan berkisar 6-6,5%. Sementara Direktorat Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Kemenperin memprediksi nilai PDB nasional pada 2010 ini sebesar Rp5.687,6 triliun dengan pertumbuhan ekonomi 5,6%. Kontribusi sektor IATT (plus industri mesin), termasuk di dalamnya sektor otomotif, diproyeksikan sebesar Rp454,3 triliun dengan pertumbuhan 4%. Industri pendukung automotif pun memiliki kisahnya sendiri. Berdasarkan catatan Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM), posisi industri automotif dalam negeri total berjumlah 464 dengan rincian yakni 37 industri mobil, sepeda motor (77), komponen (350). Nilai investasi dalam sektor ini total Rp13,9 triliun dengan rincian untuk mobil Rp3,4 triliun, sepeda motor Rp3 triliun, dan komponen Rp7,5 triliun. Kapasitas tahunan industri ini yakni untuk mobil 855,000 unit, sepeda motor 6.575.000 unit,dan komponen sekitar 150 item per tahun. Tenaga sumber daya manusia yang terserap total 185.000 orang, dengan rincian 35.270 orang pada industri mobil,30.000 orang industri sepeda motor, dan sekitar 120.000 orangpadaindustrikomponen.Nilai ekspor pada 2008 total sebesar USD3,431 miliar, dengan rincian USD1,34 miliar untuk mobil,USD68 juta untuk sepeda motor, dan USD2,01 miliar untuk komponen. Sementara nilai impor jauh lebih besar yakni USD8,356 miliar, dengan rincian untuk mobil USD3,05 miliar, sepeda motor USD58 juta, dan komponen 5,24 miliar. Pasar di Kawasan Pasar industri automotif di Indonesia untuk kawasan ASEAN diprediksi banyak kalangan bakal merajai. Hitung-hitungan untuk pasar sepeda motor Indonesia memang sudah menjadi raja di kawasan ASEAN.Sedangkan untuk industri mobil, Indonesia selama ini harus mengaku kalah dengan Thailand. Namun, catatan rekor baru untuk 2010 ini, pasar mobil Indonesia sudah mampu melampaui Thailand. Untuk itulah,wajar jika pemerintah memiliki cita-cita Indonesia potensial untuk menjadi basis produksi automotif di Asia pada 2015. Namun di kawasan Asia, pasar automotif Indonesia masih jauh berada di bawah China, India, dan Korea. Berdasar data Asian Automotive Federation, tiga negara dengan pertumbuhan pasar mobil terbesar 2009 yakni China, India, dan Korea.Pada 2008 China hanya memproduksi 9.323.587 unit, namun angka penjualan melebihi yakni 9.363.306 unit. Kemudian pada 2009, produksi mengalami pertumbuhan 47,61% jadi 13.762.708 unit, sementara penjualan 13.621.543 unit. Serupa India, pada 2008 memproduksi 2.315.312 unit dan terjual 1.980.166. Pada 2009, angka produksi India naik 13,51% sebanyak 2.628.224 unit dan terjual 2.263.798 unit. Sementara Korea pada 2008 memproduksi 3.823.380 unit dan penjualan 1.239.046.Produksi 2009 naik sebesar 8,17% jadi 3.511.127 unit dan penjualan 1.300.304 unit. (abdul malik/islahuddin) |
Jumat, 03 September 2010
Penjualan Hino Naik 50%
SEMARANG - Authorized Dealer Hino Jateng & DIY PT Duta Cemerlang Motor (DCM) menggelar dealer costumer gathering dan pengundian hadiah periode Januari-Juli 2010 di ruang pamernya, Jalan Raya Kaligawe, Semarang, pekan lalu.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan PT Hino Motor Sales Indonesia, Eko Suryo Pramobo, serta manajemen PT DCM, di antaranya Direktur Chris Hemasurya.
Eko Suryo mengatakan hingga awal semester II tahun ini pasar mobil niaga tumbuh lebih dari 30% dibandingkan dengan 2009. Penjualan truk dan bus Hino naik hingga 50% dari penjualan tahun lalu pada periode yang sama.
''Hal itu didukung kondisi ekonomi yang membaik secara nasional dan global. Selain itu, nilai rupiah terhadap dolar cukup baik,'' tuturnya.
Menurut dia, penjualan Hino di Jateng sekitar 800-900 unit semua kategori, termasuk bus. ''Saat ini di Jateng kami didukung tiga dealer dengan 11 outlet yang tersebar di beberapa kota,'' tambahnya.
Ia mengakui sekarang pangsa pasar kendaraan kategori dua masih dikuasai oleh merek lain, sedangkan Hino Dutro sekitar 8,9%. Posisi itu berbeda untuk kategori tiga, Hino tetap menduduki posisi pertama.
Dengan kondisi itu, pihaknya mencoba menggairahkan pasar lewat berbagai program penjualan. Salah satunya menggelar program berhadiah di cabang serta beberapa kota dan kabupaten.
Di samping itu, varian baru yang ditawarkan cukup lengkap. Truk Dutro ada 29 varian yang terbagi dalam empat model, yaitu 110 SD (4 ban), 110 LD, 130 MD, dan 130HD masing-masing dengan 6 ban.
Sebagai jaminan purnajual, agen tunggal pemegang merek (ATPM) memberikan garansi hingga tiga tahun atau 100.000 km, mana yang tercapai lebih dulu.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan PT Hino Motor Sales Indonesia, Eko Suryo Pramobo, serta manajemen PT DCM, di antaranya Direktur Chris Hemasurya.
Eko Suryo mengatakan hingga awal semester II tahun ini pasar mobil niaga tumbuh lebih dari 30% dibandingkan dengan 2009. Penjualan truk dan bus Hino naik hingga 50% dari penjualan tahun lalu pada periode yang sama.
''Hal itu didukung kondisi ekonomi yang membaik secara nasional dan global. Selain itu, nilai rupiah terhadap dolar cukup baik,'' tuturnya.
Menurut dia, penjualan Hino di Jateng sekitar 800-900 unit semua kategori, termasuk bus. ''Saat ini di Jateng kami didukung tiga dealer dengan 11 outlet yang tersebar di beberapa kota,'' tambahnya.
Ia mengakui sekarang pangsa pasar kendaraan kategori dua masih dikuasai oleh merek lain, sedangkan Hino Dutro sekitar 8,9%. Posisi itu berbeda untuk kategori tiga, Hino tetap menduduki posisi pertama.
Dengan kondisi itu, pihaknya mencoba menggairahkan pasar lewat berbagai program penjualan. Salah satunya menggelar program berhadiah di cabang serta beberapa kota dan kabupaten.
Di samping itu, varian baru yang ditawarkan cukup lengkap. Truk Dutro ada 29 varian yang terbagi dalam empat model, yaitu 110 SD (4 ban), 110 LD, 130 MD, dan 130HD masing-masing dengan 6 ban.
Sebagai jaminan purnajual, agen tunggal pemegang merek (ATPM) memberikan garansi hingga tiga tahun atau 100.000 km, mana yang tercapai lebih dulu.
Selasa, 17 Agustus 2010
Penjualan Hino Tumbuh Signifikan: Luncurkan Hino Pro Care
MAKASSAR,- Kinerja PT Kumala Motor Sejahtera sebagai main dealer kendaraan niaga Hino di
Makassar di 2010 ini terus bertumbuh positif, bahkan dari sisi penjualan mobil truk terus tumbuh
secara signifikan, terkait hal itu, Hino terus meningkatkan kualitas layanan kepada konsumennya.
Branch Manager PT Kumala Motor Sejahtera Makassar, Jhony Tanaka dan After Sales Service Manager, Heryanto Rusli, dalam acara buka puasa bersama media di Makassar kemarin mengatakan, hingga Juli 2010, minat konsumen terhadap produk Hino terus meningkat, bahkan dari sisi populasi, kendaraan Hino di wilayah pemasaran Makassar telah sekira 3 ribuan unit.
Tercatat dari jumlah tersebut, lanjut Jhony, sekira 80% masih didominasi jenis kendaraan kategori 3
dan sekira 20 persen merupakan Hino Dutro atau kategori 2 yang tersebar di Sulsel, Sulbar dan Sultra.
Melihat besarnya minat pasar terhadap kendaraan Hino, maka layanan after sales juga diyakini perlu
ditingkatkan, bahkan Hino juga menghadirkan Mobile Service Hino Pro Care untuk menjangkau layanan
mobil Hino di Sulsel.
"Acara buka puasa bersama ini kami adakan selain untuk memperat silaturahmi dengan media yang ada
di Makassar, juga dimaksudkan untuk memperkenalkan kepada media, yaitu kendaraan Mobile Service
Hino Pro Care," katanya.
Menurut Jhony, Mobil Service ini nantinya akan terhubung dengan Dutro Customer Care Center yang
biasanya disebut DC3 di Jakarta dengan no telepon bebas pulsa 0800 100 4466, dan jika ada
customer yang melaporkan keluhannya pada DC3 maka dari DC3 langsung menyampaikan ke operator
mobil service. PT KMS sendiri tahap awal ini akan menyediakan 2 (dua) unit Mobil Service Hino Pro
Care yang masing-masing beroperasi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Hino Mobile Service dimaksudkan untuk mengantisipasi berbagai masalah di lokasi yang dialami oleh
Konsumen Hino Ini adalah bentuk pelayanan purna jual dari Hino agar semua dealer siap untuk
mendatangi konsumen langsung ke lokasi kejadian. Pada 23 Juni 2010 lalu, PT. Hino Motors Sales
Indonesia menyerahkan 38 Unit mobile workshop kepada seluruh dealer Hino.
Sedangkan untuk penjualan unit Hino kategori 2 dan 3 di Indonesia, hingga semester pertama di bulan
Juli 2010 ini, Hino sudah berhasil menjual 12.285 unit. Kondisi ini meningkat tajam dibandingkan
kondisi yang sama di tahun 2009 yang membukukan penjualan 7.686 unit.
Fakta Tentang Hino Indonesia, sebagai perusahaan khusus kendaraan niaga yang telah lebih dari 27 tahun hadir di Indonesia, hingga saat ini Hino telah mempunyai 33 dealer dan 71 outlet yang tersebar se-Indonesia.
Sejak tahun 2000 hingga kini, kendaraan Hino (kategori 3 – medium duty) selalu menjadi pemimpin pasar.
Diakhir 2008, Hino menjadi satu-satunya perusahaan kendaraan komersil yang berhasil masuk
nominasi perusahaan modal asing skala menengah – kecil terbaik versi Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) di Indonesia. Hal ini merupakan hasil dari komitmen Hino yang selalu memberikan produk
dan layanan terbaik kepada konsumen sekaligus kontribusi positif bagi negara, masyarakat dan lingkungannya. (Id)
Makassar di 2010 ini terus bertumbuh positif, bahkan dari sisi penjualan mobil truk terus tumbuh
secara signifikan, terkait hal itu, Hino terus meningkatkan kualitas layanan kepada konsumennya.
Branch Manager PT Kumala Motor Sejahtera Makassar, Jhony Tanaka dan After Sales Service Manager, Heryanto Rusli, dalam acara buka puasa bersama media di Makassar kemarin mengatakan, hingga Juli 2010, minat konsumen terhadap produk Hino terus meningkat, bahkan dari sisi populasi, kendaraan Hino di wilayah pemasaran Makassar telah sekira 3 ribuan unit.
Tercatat dari jumlah tersebut, lanjut Jhony, sekira 80% masih didominasi jenis kendaraan kategori 3
dan sekira 20 persen merupakan Hino Dutro atau kategori 2 yang tersebar di Sulsel, Sulbar dan Sultra.
Melihat besarnya minat pasar terhadap kendaraan Hino, maka layanan after sales juga diyakini perlu
ditingkatkan, bahkan Hino juga menghadirkan Mobile Service Hino Pro Care untuk menjangkau layanan
mobil Hino di Sulsel.
"Acara buka puasa bersama ini kami adakan selain untuk memperat silaturahmi dengan media yang ada
di Makassar, juga dimaksudkan untuk memperkenalkan kepada media, yaitu kendaraan Mobile Service
Hino Pro Care," katanya.
Menurut Jhony, Mobil Service ini nantinya akan terhubung dengan Dutro Customer Care Center yang
biasanya disebut DC3 di Jakarta dengan no telepon bebas pulsa 0800 100 4466, dan jika ada
customer yang melaporkan keluhannya pada DC3 maka dari DC3 langsung menyampaikan ke operator
mobil service. PT KMS sendiri tahap awal ini akan menyediakan 2 (dua) unit Mobil Service Hino Pro
Care yang masing-masing beroperasi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Hino Mobile Service dimaksudkan untuk mengantisipasi berbagai masalah di lokasi yang dialami oleh
Konsumen Hino Ini adalah bentuk pelayanan purna jual dari Hino agar semua dealer siap untuk
mendatangi konsumen langsung ke lokasi kejadian. Pada 23 Juni 2010 lalu, PT. Hino Motors Sales
Indonesia menyerahkan 38 Unit mobile workshop kepada seluruh dealer Hino.
Sedangkan untuk penjualan unit Hino kategori 2 dan 3 di Indonesia, hingga semester pertama di bulan
Juli 2010 ini, Hino sudah berhasil menjual 12.285 unit. Kondisi ini meningkat tajam dibandingkan
kondisi yang sama di tahun 2009 yang membukukan penjualan 7.686 unit.
Fakta Tentang Hino Indonesia, sebagai perusahaan khusus kendaraan niaga yang telah lebih dari 27 tahun hadir di Indonesia, hingga saat ini Hino telah mempunyai 33 dealer dan 71 outlet yang tersebar se-Indonesia.
Sejak tahun 2000 hingga kini, kendaraan Hino (kategori 3 – medium duty) selalu menjadi pemimpin pasar.
Diakhir 2008, Hino menjadi satu-satunya perusahaan kendaraan komersil yang berhasil masuk
nominasi perusahaan modal asing skala menengah – kecil terbaik versi Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) di Indonesia. Hal ini merupakan hasil dari komitmen Hino yang selalu memberikan produk
dan layanan terbaik kepada konsumen sekaligus kontribusi positif bagi negara, masyarakat dan lingkungannya. (Id)
Selasa, 03 Agustus 2010
Industri Otomotif Tengah Berpesta
JAKARTA. Bulan ini industri otomotif memang tengah berpesta. Menurut data sementara yang berhasil dihimpun KONTAN, sepanjang Juli lalu, total penjualan mobil dari pabrik ke penyalur (wholesale) mencapai 72.446 unit. Jumlah ini naik 72,8% dibandingkan dengan penjualan Juli 2009 yang sebesar 41.910 unit. Sementara di pasar ritel, yakni penjualan dari penyalur ke konsumen, total penjualan Juli mencapai 70.000 unit.
Pencapaian Juli ini membuat penjualan tujuh bulan pertama 2010 mencapai 442.643 unit. Jumlah ini tumbuh 75,54% dari penjualan tujuh bulan pertama di tahun 2009 yang sebanyak 252.156 unit.
Rekor penjualan bulan Juli ini disebabkan oleh pemesanan penyalur yang tinggi demi mengantisipasi musim puasa dan Idul Fitri. Kegiatan mudik dan pembagian tunjangan hari raya (THR) memang bikin permintaan mobil melejit. Di sisi lain, kegiatan pabrik dan penyalur terpotong libur.
Sekadar gambaran, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) pada Juli silam mendulang surat pemesanan kendaraan (SPK) sebanyak 12000 unit. Jumlah ini naik 9% dari SPK Juni yang sebanyak 11.000 unit.
"Mengantisipasi Lebaran, permintaan melonjak, bahkan kami mengalami inden cukup banyak," ujar Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM, di sela acara peresmian lima penyalur Daihatsu di Jakarta, Selasa (3/8).
Luxio contohnya, yang tadinya tidak pernah inden, terpaksa harus inden. Tapi ADM memastikan pelanggan tak akan menunggu lebih dari tiga minggu. Untuk model yang paling banyak dipesan, Gran Max dan Xenia masih. Menjadi model yang paling populer.
Rabu, 19 Mei 2010
Hino Optimistis Jual 20 Ribu Unit di Kuartal Dua 2010
Kamis, 06 Mei 2010 | 18:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), pemasar kendaraan komersial Hino, optimitis target penjualan 20 ribu unit pada kuartal dua tahun ini bisa tercapai. Selain kondisi perekonomian yang bertumbuh positif, kinerja penjualan Hino sepanjang empat bulan pertama 2010 diyakini menjadi pijakan kuat untuk mencapai target itu.
"Pertumbuhan pasar kendaraan komersial saat ini (empat bulan pertama) telah melebihi 80 persen dari (periode sama) tahun lalu. Membaiknya perekonomian juga memiliki pengaruh besar terhadap pasar kendaraan komersial," tutur Jusak Kertowidjojo, Wakil Presiden Direktur PT HMSI, di sela cara peresmian kantor baru Hino di Wisma Indomobil II, Jakarta, Kamis (6/5).
Jusak mengatakan, dari total target tersebut 50 persen merupakan kategori II dan sisanya truk kategori III.
Sementara data PT HMSI menyebut, sepanjang Januari – April lalu penjualan truk Hino mencapai 7.099 unit. Rinciannya, kategori II atau truk – di bawah 10 ton – tercatat 2.965 unit. Sedangkan 4.134 unit lainnya adalah truk kategori III, yaitu truk dengan bobot diatas 10 ton dan dibawah 26 ton.
Penjualan dalam empat bulan pertama itu, meningkat hampir dua kali lipat dibanding periode sama tahun 2009. Pada saat itu, penjualan truk Hino kategori II tercatat 3.733 unit, yaitu 1.264 unit kategori II dan 2.469 unit kategori III.
"Saya rasa tren pasar seperti kembali lagi ke tahun 2008 lalu, sangat baik," tandas Jusak.
Seiring dengan peningkatan target itu, kinerja produksi pun digenjot. Ihwal ini, Kristijanto, Deputy Associate Director, Corporate Affair HMSI mengatakan, pihaknya tengah memberikan pelatihan kepada karyawan untuk peningkatan produksi itu.
"Kami siapkan dua shift kerja, sehingga produksi bisa meningkat 30 persen atau sekitar 45.000-an per tahun. Ini diharapkan bisa dimulai dalam satu hingga dua bulan mendatang, sehingga lonjakkan permintaan pasar saat ini bisa dipenuhi," kata dia.
Sedangkan menyinggung kantor baru, Toshiro Mizutani, Presiden Direktur PT HMSI mengatakan, selain sebagai pusat komando operasional keberadaan kantor itu juga untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen. "Peresmian gedung baru ini memiliki makna yang sangat berarti bagi kami. Kantor baru ini akan menjadi simbol Hino yang memberikan nilai kepada konsumen dan masyarakat," papar dia.
Selain meningkatkan kapasitas produksi 35.000 unit per tahun, kata Mizutani, PT HMSI juga menargetkan pengembangan jaringan . "Tahun ini kami tragetkan ada 113 sales outlet, 100 service outlet dan 1.200 part outlet untuk mendukung penjualan dan pelayanan purna jual," imbuh Mizutani.
TEMPO Interaktif, Jakarta -PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), pemasar kendaraan komersial Hino, optimitis target penjualan 20 ribu unit pada kuartal dua tahun ini bisa tercapai. Selain kondisi perekonomian yang bertumbuh positif, kinerja penjualan Hino sepanjang empat bulan pertama 2010 diyakini menjadi pijakan kuat untuk mencapai target itu.
"Pertumbuhan pasar kendaraan komersial saat ini (empat bulan pertama) telah melebihi 80 persen dari (periode sama) tahun lalu. Membaiknya perekonomian juga memiliki pengaruh besar terhadap pasar kendaraan komersial," tutur Jusak Kertowidjojo, Wakil Presiden Direktur PT HMSI, di sela cara peresmian kantor baru Hino di Wisma Indomobil II, Jakarta, Kamis (6/5).
Jusak mengatakan, dari total target tersebut 50 persen merupakan kategori II dan sisanya truk kategori III.
Sementara data PT HMSI menyebut, sepanjang Januari – April lalu penjualan truk Hino mencapai 7.099 unit. Rinciannya, kategori II atau truk – di bawah 10 ton – tercatat 2.965 unit. Sedangkan 4.134 unit lainnya adalah truk kategori III, yaitu truk dengan bobot diatas 10 ton dan dibawah 26 ton.
Penjualan dalam empat bulan pertama itu, meningkat hampir dua kali lipat dibanding periode sama tahun 2009. Pada saat itu, penjualan truk Hino kategori II tercatat 3.733 unit, yaitu 1.264 unit kategori II dan 2.469 unit kategori III.
"Saya rasa tren pasar seperti kembali lagi ke tahun 2008 lalu, sangat baik," tandas Jusak.
Seiring dengan peningkatan target itu, kinerja produksi pun digenjot. Ihwal ini, Kristijanto, Deputy Associate Director, Corporate Affair HMSI mengatakan, pihaknya tengah memberikan pelatihan kepada karyawan untuk peningkatan produksi itu.
"Kami siapkan dua shift kerja, sehingga produksi bisa meningkat 30 persen atau sekitar 45.000-an per tahun. Ini diharapkan bisa dimulai dalam satu hingga dua bulan mendatang, sehingga lonjakkan permintaan pasar saat ini bisa dipenuhi," kata dia.
Sedangkan menyinggung kantor baru, Toshiro Mizutani, Presiden Direktur PT HMSI mengatakan, selain sebagai pusat komando operasional keberadaan kantor itu juga untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen. "Peresmian gedung baru ini memiliki makna yang sangat berarti bagi kami. Kantor baru ini akan menjadi simbol Hino yang memberikan nilai kepada konsumen dan masyarakat," papar dia.
Selain meningkatkan kapasitas produksi 35.000 unit per tahun, kata Mizutani, PT HMSI juga menargetkan pengembangan jaringan . "Tahun ini kami tragetkan ada 113 sales outlet, 100 service outlet dan 1.200 part outlet untuk mendukung penjualan dan pelayanan purna jual," imbuh Mizutani.
Hino naikkan target penjualan
JAKARTA (Bisnis.com): Menikmati booming kendaraan komersial di Tanah Air, Hino mendongkrak target penjualan sebesar 25% menjadi 25.000 unit sepanjang tahun ini. Untuk mengejar permintaan yang menanjak, pabrikan kendaraan niaga merek Jepang ini bersiap memacu produksi dengan menambah jam kerja pabrik menjadi 2 shift.
Jusak Kertowidjojo, Wakil Presiden Direktur PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) mengatakan perusahaan terus berupaya memenuhi permintaan pasar yang kuat dengan meminta pasokan yang lebih tinggi dari PT Hino Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) selaku produsen truk dan bus Hino.
"Menurut saya, tren pasar sekarang ini seperti kembali lagi ke posisi 2008, sangat baik. Dari target penjualan itu, komposisi antara truk kategori III dan II (light truk) sekitar 50:50," katanya di sela-sela peresmian kantor baru Hino, hari ini.
Hino mencatat lonjakan penjualan 134,5% di segmen truk kategori II, dari 1264 unit menjadi 2.964 unit sepanjang Januari-April. Adapun truk kategori III, Hino mengantongi kenaikan penjualan 10%, dari 3.757 unit menjadi 4.134 unit selama 4 bulan terakhir.
Gunadi Sindhuwinata, Presdir Indomobil Group menilai pertumbuhan penjualan Hino yang cukup signifikan tersebut tidak terlepas dari penjualan armada komersial di Tanah Air yang sepanjang tahun ini melonjak lebih dari 80%. Pasar kendaraan niaga yang berkembang ini, lanjut Gunadi, diperkirakan akan terus berlanjut sampai akhir tahun, sepanjang tidak ada gejolak ekonomi dan politik di dalam negeri.
"Segmen komersial sekarang menyerap sekitar 27% dari total pasar nasional, kalau model MPV sekitar 42%. Akibat permintaan yang tinggi, problem produksi bukan hanya di sisi perakitan, tetapi pasokan komponen dari supplier, persiapan tenaga kerja," paparnya.
Mengantisipasi permintaan yang terus menguat, dalam kurun waktu 1-2 bulan ke depan, Hino akan mengoperasikan pabrik di Purwakarta dari 1 shift kerja plus lembur menjadi 2 shift kerja. Penambahan aktivitas produksi ini diharapkan mendongkrak volume produksi dari kapasitas maksimum pabrik 35.000 unit per tahun menjadi 45.000 unit per tahun.
Kristijanto, Deputy Associate Director, Corporate Affair HMMI mengatakan perusahaan memacu produksi untuk menghindari adanya shortage pasokan truk di pasaran. Untuk itu, perusahaan tengah melakukan berbagai persiapan, termasuk pelatihan tenaga kerja baru.
"Tahun ini utilisasi pabrik kita dipastikan sudah 100%, bahkan sisa kapasitas sebesar 30% juga akan terpakai sehingga total produksi pabrik menembus 45.000 unit. Tenaga kerja kami diperkirakan bertambah dari saat ini sebanyak 1.300 orang," jelasnya.
Selain ekspansi produksi, Hino juga telah memperluas workshop guna meningkatkan kapasitas kendaraan yang dilayani. Infrastruktur dan sistem pembelajaran training center pun dikembangkan untuk mencetak tenaga kerja terampil yang siap bekerja di cabang maupun diler.
Pada awal 2010, Hino memperluat line up model dengan meluncurkan produk anyar, Dutro, yang diklaim memiliki performa handal dan ekonomis. Sebanyak 7 tipe truk ringan Dutro baru diluncurkan dengan varian lengkap yang mencapai 30 pilihan/jenis. Untuk mendukung penjualan dan layanan purna jual, Hino menargetkan memiliki 113 outlet penjualan, 100 outlet servis dan 1.200 outlet suku cadang secara nasional pada tahun ini.
Hino, perusahaan spesialis kendaraan niaga asal Negeri Sakura ini telah menggarap pasar mobil komersial di Tanah Air sejak 1982. Sepanjang 2009, Hino mengenggam 8,7% pangsa pasar truk kecil (kategori II) dengan produk Dutro-nya dan 61,4% pangsa pasar truk besar (kategori III) melalui model Ranger. Kinerja penjualan yang tinggi menempatkan HMSI sebagai penjual truk terbesar di seluruh main distributor Hino di dunia (di luar Jepang).(msb)
Jusak Kertowidjojo, Wakil Presiden Direktur PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) mengatakan perusahaan terus berupaya memenuhi permintaan pasar yang kuat dengan meminta pasokan yang lebih tinggi dari PT Hino Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) selaku produsen truk dan bus Hino.
"Menurut saya, tren pasar sekarang ini seperti kembali lagi ke posisi 2008, sangat baik. Dari target penjualan itu, komposisi antara truk kategori III dan II (light truk) sekitar 50:50," katanya di sela-sela peresmian kantor baru Hino, hari ini.
Hino mencatat lonjakan penjualan 134,5% di segmen truk kategori II, dari 1264 unit menjadi 2.964 unit sepanjang Januari-April. Adapun truk kategori III, Hino mengantongi kenaikan penjualan 10%, dari 3.757 unit menjadi 4.134 unit selama 4 bulan terakhir.
Gunadi Sindhuwinata, Presdir Indomobil Group menilai pertumbuhan penjualan Hino yang cukup signifikan tersebut tidak terlepas dari penjualan armada komersial di Tanah Air yang sepanjang tahun ini melonjak lebih dari 80%. Pasar kendaraan niaga yang berkembang ini, lanjut Gunadi, diperkirakan akan terus berlanjut sampai akhir tahun, sepanjang tidak ada gejolak ekonomi dan politik di dalam negeri.
"Segmen komersial sekarang menyerap sekitar 27% dari total pasar nasional, kalau model MPV sekitar 42%. Akibat permintaan yang tinggi, problem produksi bukan hanya di sisi perakitan, tetapi pasokan komponen dari supplier, persiapan tenaga kerja," paparnya.
Mengantisipasi permintaan yang terus menguat, dalam kurun waktu 1-2 bulan ke depan, Hino akan mengoperasikan pabrik di Purwakarta dari 1 shift kerja plus lembur menjadi 2 shift kerja. Penambahan aktivitas produksi ini diharapkan mendongkrak volume produksi dari kapasitas maksimum pabrik 35.000 unit per tahun menjadi 45.000 unit per tahun.
Kristijanto, Deputy Associate Director, Corporate Affair HMMI mengatakan perusahaan memacu produksi untuk menghindari adanya shortage pasokan truk di pasaran. Untuk itu, perusahaan tengah melakukan berbagai persiapan, termasuk pelatihan tenaga kerja baru.
"Tahun ini utilisasi pabrik kita dipastikan sudah 100%, bahkan sisa kapasitas sebesar 30% juga akan terpakai sehingga total produksi pabrik menembus 45.000 unit. Tenaga kerja kami diperkirakan bertambah dari saat ini sebanyak 1.300 orang," jelasnya.
Selain ekspansi produksi, Hino juga telah memperluas workshop guna meningkatkan kapasitas kendaraan yang dilayani. Infrastruktur dan sistem pembelajaran training center pun dikembangkan untuk mencetak tenaga kerja terampil yang siap bekerja di cabang maupun diler.
Pada awal 2010, Hino memperluat line up model dengan meluncurkan produk anyar, Dutro, yang diklaim memiliki performa handal dan ekonomis. Sebanyak 7 tipe truk ringan Dutro baru diluncurkan dengan varian lengkap yang mencapai 30 pilihan/jenis. Untuk mendukung penjualan dan layanan purna jual, Hino menargetkan memiliki 113 outlet penjualan, 100 outlet servis dan 1.200 outlet suku cadang secara nasional pada tahun ini.
Hino, perusahaan spesialis kendaraan niaga asal Negeri Sakura ini telah menggarap pasar mobil komersial di Tanah Air sejak 1982. Sepanjang 2009, Hino mengenggam 8,7% pangsa pasar truk kecil (kategori II) dengan produk Dutro-nya dan 61,4% pangsa pasar truk besar (kategori III) melalui model Ranger. Kinerja penjualan yang tinggi menempatkan HMSI sebagai penjual truk terbesar di seluruh main distributor Hino di dunia (di luar Jepang).(msb)
Langganan:
Postingan (Atom)