JAKARTA: Pasar mobil nasional pada 2010 diyakini menguat minimum 15% dan volumenya menjadi 550.000 unit, dengan asumsi stabilitas politik tetap terjaga dan tidak ada kenaikan pajak di sektor otomotif.
Stabilitas politik dan kebijakan perpajakan yang kondusif, dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan pasar kendaraan bermotor roda empat di Tanah Air dalam level yang moderat tersebut. Pasalnya, para pelaku industri di sektor ini memandang fundamental ekonomi pada saat ini telah cukup baik dan diharapkan terus terjaga sampai tahun depan.
Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan Danusasmita mengatakan sesuai pola pertumbuhan pasar secara tahunan, grafik penjualan mobil umumnya akan meningkat setelah tahun sebelumnya terkena dampak krisis. Penjualan mobil pada 2010 diperkirakan menembus 550.000 unit atau lebih, dari target pasar tahun ini yang diproyeksikan mencapai 480.000 unit."Saat ini indikator makro ekonomi mendukung, sektor riil bergerak dan inflasi dapat terjaga baik. Pasar 2010 akan tumbuh positif, asalkan politik stabil dan peraturan perpajakan tidak diterapkan," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Sebelumnya, Presdir PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Indonesia (KTB), Fumio Kuwayama mengatakan pihak yang moderat memperkirakan pasar mobil domestik pada 2010 tumbuh menjadi 550.000 unit, tetapi kalangan yang optimistis memproyeksi pasar akan kembali ke posisi 2008 yakni 600.000 unit."Indikator terakhir, trennya semakin kuat. Bunga kredit murah, kepercayaan perbankan kembali dan optimisme itu terus meningkat. Jadi bukan tidak mungkin volume pasar tahun depan kembali ke 600.000 unit," katanya.
Seiring dengan upaya meraih momentum pertumbuhan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mematok asumsi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2010 sebesar 5%-5,5%, inflasi terjaga di level 5%, SBI 3 bulan sebesar 6,5%, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di posisi Rp10.000 dan harga minyak mentah US$70-US$75 per barel.
Akibat krisis global, pasar mobil nasional sepanjang Januari-November terkoreksi 23% dibandingkan dengan periode yang sama 2008. Berdasarkan data Toyota, penjualan mobil di Indonesia secara wholesales (pengiriman pabrik ke diler) secara kumulatif mencapai 438.025 unit, di mana volume November sebanyak 48.329 unit.
Hino New Generation Ranger pertama di dunia, hadir di Indonesia!
PERTAMA DI DUNIA!
Tampilkan postingan dengan label Penjualan Otomotif 2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penjualan Otomotif 2009. Tampilkan semua postingan
Kamis, 10 Desember 2009
Rabu, 18 November 2009
Mobil-mobil TERLARIS 2009
Jumat, 13 November 2009 06.41 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan mobil dan kendaraan komersial secara ritel – dari dealer ke pemakai - selama Oktober 2009, berdasarkan data terakhir yang diterima KOMPAS.com mencapai 48.921 unit. Dengan ini pula, total penjualan ritel selama 10 bulan 2009 telah mencapai 390.879 unit.
Dengan prestasi tersebut, perkiraan para anggota GAIKINDO bahwa penjualan mobil pada tahun ini berkisar 470.000 unit, akan tercapai. Pasalnya, sisa dua bulan, para pelaku cukup hanya menjual 80.000 unit atau setiap bulannya 40.000 unit.
Karena hari kerja Desember lebih sedikit, tampaknya pada November ini, ATPM bersama distributornya akan mengenjot penjualan untuk mencapai target tersebut. Ini bisa dilihat penjualan dari ATPM ke dealer pada bulan lalu mencapai 52.241 unit.
MPV. MPV (multi purpose vehicle) - mobil dengan postur dua box - menguasai pasar Indonesia. Selama Oktober, penjualannya mencapai 23.755 unit atau 48,6 persen. Dibandingkan bulan sebelumnya, terjadi kenaikkan hampir 30 persen atau 18.285 unit. Pencapai tersebut merupakan yang tertinggi selama 10 bulan terakhir. Penjualan yang tinggi lainnya dicapai pada Agustus, 23.359 unit.
Selama 2009 (10 bulan), kategori ini telah mencapai penjualan 188.244 unit. Tahun lalu total penjualan MPV 239.478 unit atau menguasai pangsa sekitar 40 persen.
Komersial.
Sementara itu, untuk komersial penjualan ritel telah mencapai 103.362 unit atau 26,4 persen pada 2009. Selama Oktober, penjualan kendaraan komersial mencapai 13.275 unit. Ini juga merupakan penjualan tertinggi selama 2009.
Dibandingkan bulan sebelumnya, terjadi kenaikkan yang cukup tinggi, yaitu dari 8.364 unit. "Biasa lebaran turun, namun itu paling cepat pulih," jelas Rizwan Alamsjah, Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, yang menguasai pasar komersial, terutama untuk kategori truk ringan.
Terlaris. Dari model, selama Oktober, posisisi Avanza sebagai kendaraan penumpang terlaris tak tergoyahkan. Avanza yang terdiri dari beberapa tipe dengan perbedaan pada kapasitas mesin, total penjualannya mencapai 9.886 unit. Komposisinya, Avanza bermesin 1,3 liter terjual 8.283 unit dan mesin 1,5 liter, 1.603 unit.
Tentang hal ini, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto menjelaskan, masih besarnya permintaan terhadap MPV mencerminkan karakteristik kebutuhan konsumen Indonesia.
"Konsumen Indonesia masih membutuhkan kendaraan dengan daya muat banyak dan nilai jual kembalinya tinggi. Avanza memenuhi kebutuhan khas Indonesia tersebut," terang Joko.
Toyota Avanza menikmat hampir 20 persen pangsa pasar dari seluruh penjualan kendaraan penumpang dan komersial di Indonesia. Untuk periode 2009, total pangsa pasar yang dinikmati Avanza adalah 21 persen. Berarti, akhir-akhir terlihat pangsa pasar Avanza mulai digerogoti.
Nah, kalau digabungkan dengan saudara kembarnya, Daihatsu Xenia, pangsa pasar keduanya 28,7 persen. Sedangkan total untuk 2009 atau 29.5 persen. Ini juga memperlihatkan trend penurunan.
Toyota maupun Daihatsu ingin mempertahankan dominasi dengan rencana peluncuran Avanza dan Xenia bermesin 1,3 liter transmisi otomatik bulan ini juga.
10 model pada "Oktober 2009"
No. Merek Unit
1. Toyota Avanza 9.886
2. Daihatsu Xenia 4.167
3. Kijang Innova 4.137
4. Honda Jazz 1.560
5. Toyota Rush 1.346
6. Suzuki APV 1.117
7. Daihatsu Terios 1.116
8. Honda Freed 985
9. Honda CR-V 916
10. Toyota Yaris 907
10 model terlaris 2009
No. Merek Unit
1. Toyota Avanza 82.742
2. Daihatsu Xenia 32.659
3. Kijang Innova 29.197
4. Honda Jazz 12.832
5. Toyota Rush 10.534
6. Suzuki APV 10.081
7. Daihatsu Terios 9.870
8. Honda CR-V 8.436
9. Nissan Grand Livina 7.132
10. Toyota Yaris 6.285
JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan mobil dan kendaraan komersial secara ritel – dari dealer ke pemakai - selama Oktober 2009, berdasarkan data terakhir yang diterima KOMPAS.com mencapai 48.921 unit. Dengan ini pula, total penjualan ritel selama 10 bulan 2009 telah mencapai 390.879 unit.
Dengan prestasi tersebut, perkiraan para anggota GAIKINDO bahwa penjualan mobil pada tahun ini berkisar 470.000 unit, akan tercapai. Pasalnya, sisa dua bulan, para pelaku cukup hanya menjual 80.000 unit atau setiap bulannya 40.000 unit.
Karena hari kerja Desember lebih sedikit, tampaknya pada November ini, ATPM bersama distributornya akan mengenjot penjualan untuk mencapai target tersebut. Ini bisa dilihat penjualan dari ATPM ke dealer pada bulan lalu mencapai 52.241 unit.
MPV. MPV (multi purpose vehicle) - mobil dengan postur dua box - menguasai pasar Indonesia. Selama Oktober, penjualannya mencapai 23.755 unit atau 48,6 persen. Dibandingkan bulan sebelumnya, terjadi kenaikkan hampir 30 persen atau 18.285 unit. Pencapai tersebut merupakan yang tertinggi selama 10 bulan terakhir. Penjualan yang tinggi lainnya dicapai pada Agustus, 23.359 unit.
Selama 2009 (10 bulan), kategori ini telah mencapai penjualan 188.244 unit. Tahun lalu total penjualan MPV 239.478 unit atau menguasai pangsa sekitar 40 persen.
Komersial.
Sementara itu, untuk komersial penjualan ritel telah mencapai 103.362 unit atau 26,4 persen pada 2009. Selama Oktober, penjualan kendaraan komersial mencapai 13.275 unit. Ini juga merupakan penjualan tertinggi selama 2009.
Dibandingkan bulan sebelumnya, terjadi kenaikkan yang cukup tinggi, yaitu dari 8.364 unit. "Biasa lebaran turun, namun itu paling cepat pulih," jelas Rizwan Alamsjah, Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, yang menguasai pasar komersial, terutama untuk kategori truk ringan.
Terlaris. Dari model, selama Oktober, posisisi Avanza sebagai kendaraan penumpang terlaris tak tergoyahkan. Avanza yang terdiri dari beberapa tipe dengan perbedaan pada kapasitas mesin, total penjualannya mencapai 9.886 unit. Komposisinya, Avanza bermesin 1,3 liter terjual 8.283 unit dan mesin 1,5 liter, 1.603 unit.
Tentang hal ini, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto menjelaskan, masih besarnya permintaan terhadap MPV mencerminkan karakteristik kebutuhan konsumen Indonesia.
"Konsumen Indonesia masih membutuhkan kendaraan dengan daya muat banyak dan nilai jual kembalinya tinggi. Avanza memenuhi kebutuhan khas Indonesia tersebut," terang Joko.
Toyota Avanza menikmat hampir 20 persen pangsa pasar dari seluruh penjualan kendaraan penumpang dan komersial di Indonesia. Untuk periode 2009, total pangsa pasar yang dinikmati Avanza adalah 21 persen. Berarti, akhir-akhir terlihat pangsa pasar Avanza mulai digerogoti.
Nah, kalau digabungkan dengan saudara kembarnya, Daihatsu Xenia, pangsa pasar keduanya 28,7 persen. Sedangkan total untuk 2009 atau 29.5 persen. Ini juga memperlihatkan trend penurunan.
Toyota maupun Daihatsu ingin mempertahankan dominasi dengan rencana peluncuran Avanza dan Xenia bermesin 1,3 liter transmisi otomatik bulan ini juga.
10 model pada "Oktober 2009"
No. Merek Unit
1. Toyota Avanza 9.886
2. Daihatsu Xenia 4.167
3. Kijang Innova 4.137
4. Honda Jazz 1.560
5. Toyota Rush 1.346
6. Suzuki APV 1.117
7. Daihatsu Terios 1.116
8. Honda Freed 985
9. Honda CR-V 916
10. Toyota Yaris 907
10 model terlaris 2009
No. Merek Unit
1. Toyota Avanza 82.742
2. Daihatsu Xenia 32.659
3. Kijang Innova 29.197
4. Honda Jazz 12.832
5. Toyota Rush 10.534
6. Suzuki APV 10.081
7. Daihatsu Terios 9.870
8. Honda CR-V 8.436
9. Nissan Grand Livina 7.132
10. Toyota Yaris 6.285
Penjualan mobil oktober 2009 tembus 50.000 unit
JAKARTA, KOMPAS.com —
Perlahan tetapi pasti, kondisi pasar mobil nasional terus membaik. Bahkan, penjualan keseluruhan dari ATPM ke dealer melonjak drastis 40,9 persen atau mencapai 52.440 unit dari September, 37.209 unit. Jumlah ini adalah yang tertinggi sepanjang 2009.
Kenaikan yang cukup tajam itu terjadi karena banyak pesanan tertunda di musim libur Lebaran dan baru terpenuhi pada Oktober dengan aktivitas pabrik yang lebih penuh. Selain itu, jumlah hari kerja selama Oktober lebih banyak dibanding September.
Mengacu data penjualan yang diterima Kompas.com, posisi puncak masih dipegang Toyota, 20.619 unit, dan merupakan yang tertinggi sepanjang 2009. Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan 8.024 unit, diikuti Mitsubishi (6.297 unit) dan Honda (5.354 unit).
Jadi, selama sepuluh bulan pertama sepanjang 2009, pasar mobil nasional sudah mencapai 390.044 unit. Jumlah ini makin mendekati terget Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang berharap total penjualan mencapai 450.000 unit pada akhir tahun.
Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto mengatakan, potensi pasar semakin membaik sejak semester kedua tahun ini. Ia berharap, penjualan dua bulan terakhir ini akan tetap meningkat.
"Kalau target Gaikindo 450.000 unit, saya rasa tercapai bila penjualan Oktober tembus 50.000 unit. Isu kenaikan pajak tahun depan ikut memicu penjualan di akhir tahun ini. Positif buat kita, jualan jadi bagus. Untuk tahun depan, kita harus melihat jangka panjang, bukan," papar Jongkie di Denpasar.AGK
Kenaikan yang cukup tajam itu terjadi karena banyak pesanan tertunda di musim libur Lebaran dan baru terpenuhi pada Oktober dengan aktivitas pabrik yang lebih penuh. Selain itu, jumlah hari kerja selama Oktober lebih banyak dibanding September.
Mengacu data penjualan yang diterima Kompas.com, posisi puncak masih dipegang Toyota, 20.619 unit, dan merupakan yang tertinggi sepanjang 2009. Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan 8.024 unit, diikuti Mitsubishi (6.297 unit) dan Honda (5.354 unit).
Jadi, selama sepuluh bulan pertama sepanjang 2009, pasar mobil nasional sudah mencapai 390.044 unit. Jumlah ini makin mendekati terget Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang berharap total penjualan mencapai 450.000 unit pada akhir tahun.
Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto mengatakan, potensi pasar semakin membaik sejak semester kedua tahun ini. Ia berharap, penjualan dua bulan terakhir ini akan tetap meningkat.
"Kalau target Gaikindo 450.000 unit, saya rasa tercapai bila penjualan Oktober tembus 50.000 unit. Isu kenaikan pajak tahun depan ikut memicu penjualan di akhir tahun ini. Positif buat kita, jualan jadi bagus. Untuk tahun depan, kita harus melihat jangka panjang, bukan," papar Jongkie di Denpasar.AGK
Kamis, 08 Oktober 2009
Pasar mobil September 2009, anjlok 22,5%
Penjualan mobil baru oleh 8 merek Jepang pada September 2009 (unit)
Merek Volume
Toyota 14.299
Daihatsu 5.667
Mitsubishi 4.728
Honda 4.155
Suzuki 2.835
Nissan 1.480
Isuzu 1.161
Mazda 110
Lainnya 2.860
Total 37.295
Sumber: anggota Gaikindo
JAKARTA: Pasar mobil domestik pada September 2009, anjlok 22,5% menjadi 37.295 unit, dibandingkan dengan realisasi Agustus, akibat libur Lebaran yang membuat hari kerja efektif menjadi berkurang.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Bisnis, angka penjualan wholesales (pengiriman pabrik ke diler) oleh delapan merek asal Jepang menunjukkan seluruh merek mengalami penurunan penjualan pada bulan itu.
Akibat hari efektif yang berkurang sekitar 2 pekan lamanya, angka pengiriman kendaraan bermotor roda empat oleh diler ke tangan konsumen (ritel) pada September lebih rendah dibandingkan dengan angka wholesales, yaitu hanya 36.509 unit.
Penjualan delapan merek mobil asal Jepang tersebut cukup merepresentasikan kondisi pasar otomotif domestik mengingat penguasaan pangsa pasarnya mencapai lebih dari 90% dari total volume penjualan mobil di dalam negeri.
Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama 2008 yang mencapai 55.231 unit, kinerja penjualan pada September 2009 mengalami koreksi hingga 32,4%.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengakui sepanjang September pasar mobil lebih rendah daripada Agustus dikarenakan hari kerja efektif hanya sekitar 2 minggu. “Jadi, penurunan pasar ini murni karena hari kerja berkurang,” katanya kepada Bisnis, kemarin.
Menurut dia, angka penjualan secara ritel pada September dan Agustus tidak jauh berbeda kendati jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk model yang mengalami antrean pemesanan (inden) lebih rendah.
Oktober membaik
Joko menambahkan setelah menurun pada September, pasar otomotif diproyeksikan kembali meningkat pada Oktober dan November, dan selanjutnya sedikit melemah pada akhir tahun.
“Kondisi kuartal IV diprediksi hampir sama dengan kuartal III. Pasar kemungkinan pada kisaran 40.000 unit atau malah lebih,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia Jongkie D. Sugiarto menilai realisasi pasar otomotif nasional pada kisaran 37.000 unit merupakan angka yang cukup baik.
“Harapan kami penjualan akan kembali naik pada bulan-bulan selanjutnya. Isu-isu kenaikan tarif perpajakan di satu sisi bisa mendorong masyarakat untuk segera membeli mobil, tetapi kami harapkan kenaikan pajak-pajak itu ditunda dulu,” katanya.
Jongkie mengharapkan kalangan perbankan melonggarkan likuiditas ke beberapa sektor seperti industri manufaktur dan infrastruktur.
“Kami menyambut baik langkah Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan [BI Rate] pada level 6,5%.”
Di tempat terpisah, Bebin Djuana, 4W Marketing and Sales-Brand II Section Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan apabila dilihat secara umum, pasar otomotif pada semester II memiliki tanda-tanda membaik, karena ditopang berbagai promosi dan program penjualan yang cukup gencar oleh ATPM.
Merek Volume
Toyota 14.299
Daihatsu 5.667
Mitsubishi 4.728
Honda 4.155
Suzuki 2.835
Nissan 1.480
Isuzu 1.161
Mazda 110
Lainnya 2.860
Total 37.295
Sumber: anggota Gaikindo
JAKARTA: Pasar mobil domestik pada September 2009, anjlok 22,5% menjadi 37.295 unit, dibandingkan dengan realisasi Agustus, akibat libur Lebaran yang membuat hari kerja efektif menjadi berkurang.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Bisnis, angka penjualan wholesales (pengiriman pabrik ke diler) oleh delapan merek asal Jepang menunjukkan seluruh merek mengalami penurunan penjualan pada bulan itu.
Akibat hari efektif yang berkurang sekitar 2 pekan lamanya, angka pengiriman kendaraan bermotor roda empat oleh diler ke tangan konsumen (ritel) pada September lebih rendah dibandingkan dengan angka wholesales, yaitu hanya 36.509 unit.
Penjualan delapan merek mobil asal Jepang tersebut cukup merepresentasikan kondisi pasar otomotif domestik mengingat penguasaan pangsa pasarnya mencapai lebih dari 90% dari total volume penjualan mobil di dalam negeri.
Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama 2008 yang mencapai 55.231 unit, kinerja penjualan pada September 2009 mengalami koreksi hingga 32,4%.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengakui sepanjang September pasar mobil lebih rendah daripada Agustus dikarenakan hari kerja efektif hanya sekitar 2 minggu. “Jadi, penurunan pasar ini murni karena hari kerja berkurang,” katanya kepada Bisnis, kemarin.
Menurut dia, angka penjualan secara ritel pada September dan Agustus tidak jauh berbeda kendati jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk model yang mengalami antrean pemesanan (inden) lebih rendah.
Oktober membaik
Joko menambahkan setelah menurun pada September, pasar otomotif diproyeksikan kembali meningkat pada Oktober dan November, dan selanjutnya sedikit melemah pada akhir tahun.
“Kondisi kuartal IV diprediksi hampir sama dengan kuartal III. Pasar kemungkinan pada kisaran 40.000 unit atau malah lebih,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia Jongkie D. Sugiarto menilai realisasi pasar otomotif nasional pada kisaran 37.000 unit merupakan angka yang cukup baik.
“Harapan kami penjualan akan kembali naik pada bulan-bulan selanjutnya. Isu-isu kenaikan tarif perpajakan di satu sisi bisa mendorong masyarakat untuk segera membeli mobil, tetapi kami harapkan kenaikan pajak-pajak itu ditunda dulu,” katanya.
Jongkie mengharapkan kalangan perbankan melonggarkan likuiditas ke beberapa sektor seperti industri manufaktur dan infrastruktur.
“Kami menyambut baik langkah Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan [BI Rate] pada level 6,5%.”
Di tempat terpisah, Bebin Djuana, 4W Marketing and Sales-Brand II Section Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan apabila dilihat secara umum, pasar otomotif pada semester II memiliki tanda-tanda membaik, karena ditopang berbagai promosi dan program penjualan yang cukup gencar oleh ATPM.
Selasa, 25 Agustus 2009
Agustus 2009, puncak pasar mobil

JAKARTA: Penjualan mobil baru pada Agustus diperkirakan mencatat angka tertinggi sepanjang 2009, melampaui posisi bulan sebelumnya yaitu 41.599 unit, dipicu oleh permintaan kendaraan multi purpose vehicle (MPV) yang terus menguat.
Pasar otomotif domestik yang bergairah terlihat dari kenaikan volume pemesanan kendaraan yang terus mengalir ke agen tunggal pemegang merek (ATPM) menjelang Lebaran.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengatakan sampai pekan terakhir Agustus, permintaan kendaraan yang dilaporkan oleh jaringan diler Toyota masih terus mengalami peningkatan. Produk Toyota yang meraih permintaan cukup besar masih didominasi jenis MPV yaitu Avanza, Kijang Innova, selain Rush, Fortuner, dan Yaris.
“Agustus ini, surat pemesanan kendaraan [SPK] tinggi. Ada kenaikan sekitar 20%-30% dibandingkan dengan Juli. Untuk total pasar diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan Juli, tetapi belum menembus 45.000 unit,” katanya Senin malam.
Joko menambahkan lonjakan permintaan yang cukup signifikan pun terjadi untuk model sedan Camry. Permintaan sedan medium Toyota yang diimpor dalam kondisi utuh (completely built-up/CBU) ini melambung 300%, dari sekitar 120 unit.
Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy mengatakan peningkatan penjualan menjelang Lebaran sebenarnya merupakan tren musiman. Namun, tahun ini terjadi lonjakan permintaan cukup signifikan karena penjualan pada semester I rendah.
“Bulan ini lebih tinggi dari Juli. Selain hasil pameran IIMS, yang ikut mendorong adalah konsumen umumnya merealisasikan pembelian setelah menahan untuk membeli kendaraan pada semester I.”
Kendati tidak menyebutkan prediksi angka penjualan secara terperinci, Jonfis menegaskan kenaikan produksi yang dilakukan beberapa produsen seperti Toyota, Daihatsu dan Honda tentu memicu peningkatan pasar mobil Agustus.
“Kami naikkan produksi jadi 4.000-an unit, melihat kemampuan perusahaan dan tetap jaga kualitas produk.”
Sementara itu, TAM berusaha memacu produksi mencapai 18.000 unit pada bulan ini, kendati hanya naik tipis dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 17.755 unit.
"Produksi pada September-Oktober tidak bisa berubah cukup tinggi. Untuk periode November-Desember saat ini kami meminta tambahan produksi ke pabrik,” ungkap Joko.
Joko mengakui penguatan permintaan oleh konsumen mulai dirasakan pada minggu terakhir Juli. Sentimen positif yang diduga mendorong kondisi tersebut adalah kepastian hasil pemilu presiden.
Sesuai dengan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan mobil nasional secara wholesales (pengiriman dari pabrik ke diler) pada Juli 41.599 unit, lebih rendah dibandingkan dengan penjualan ritel (distribusi dari diler ke konsumen) 43.334 unit.
Oleh Siti Munawaroh Bisnis Indonesia
Pasar otomotif domestik yang bergairah terlihat dari kenaikan volume pemesanan kendaraan yang terus mengalir ke agen tunggal pemegang merek (ATPM) menjelang Lebaran.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengatakan sampai pekan terakhir Agustus, permintaan kendaraan yang dilaporkan oleh jaringan diler Toyota masih terus mengalami peningkatan. Produk Toyota yang meraih permintaan cukup besar masih didominasi jenis MPV yaitu Avanza, Kijang Innova, selain Rush, Fortuner, dan Yaris.
“Agustus ini, surat pemesanan kendaraan [SPK] tinggi. Ada kenaikan sekitar 20%-30% dibandingkan dengan Juli. Untuk total pasar diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan Juli, tetapi belum menembus 45.000 unit,” katanya Senin malam.
Joko menambahkan lonjakan permintaan yang cukup signifikan pun terjadi untuk model sedan Camry. Permintaan sedan medium Toyota yang diimpor dalam kondisi utuh (completely built-up/CBU) ini melambung 300%, dari sekitar 120 unit.
Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy mengatakan peningkatan penjualan menjelang Lebaran sebenarnya merupakan tren musiman. Namun, tahun ini terjadi lonjakan permintaan cukup signifikan karena penjualan pada semester I rendah.
“Bulan ini lebih tinggi dari Juli. Selain hasil pameran IIMS, yang ikut mendorong adalah konsumen umumnya merealisasikan pembelian setelah menahan untuk membeli kendaraan pada semester I.”
Kendati tidak menyebutkan prediksi angka penjualan secara terperinci, Jonfis menegaskan kenaikan produksi yang dilakukan beberapa produsen seperti Toyota, Daihatsu dan Honda tentu memicu peningkatan pasar mobil Agustus.
“Kami naikkan produksi jadi 4.000-an unit, melihat kemampuan perusahaan dan tetap jaga kualitas produk.”
Sementara itu, TAM berusaha memacu produksi mencapai 18.000 unit pada bulan ini, kendati hanya naik tipis dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 17.755 unit.
"Produksi pada September-Oktober tidak bisa berubah cukup tinggi. Untuk periode November-Desember saat ini kami meminta tambahan produksi ke pabrik,” ungkap Joko.
Joko mengakui penguatan permintaan oleh konsumen mulai dirasakan pada minggu terakhir Juli. Sentimen positif yang diduga mendorong kondisi tersebut adalah kepastian hasil pemilu presiden.
Sesuai dengan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan mobil nasional secara wholesales (pengiriman dari pabrik ke diler) pada Juli 41.599 unit, lebih rendah dibandingkan dengan penjualan ritel (distribusi dari diler ke konsumen) 43.334 unit.
Oleh Siti Munawaroh Bisnis Indonesia
Senin, 13 April 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)