Hino New Generation Ranger pertama di dunia, hadir di Indonesia!

Prestasi membanggakan Hino Indonesia sebagai pusat otomotif dunia dengan Grand Launching HINO NEW GENERATION RANGER.....

PERTAMA DI DUNIA!

Minggu, 12 Desember 2010

Speedometer Cable Hino FM226

Inilah Speedometer Cable untuk kendaraan Hino type FM226 dgn mesinnnya yg sangat terkenal, EM100.

Nomor Part : 83710 6370L
Nama Part : Speedometer Cable

Sent from my HinoBerry®
powered by HINO GENUINE PART

Iklan HINO di koran Kompas

Hino yg Kuat..Gesit dan Stabil.. Inilah yang diiklankan di beberapa media nasional hari ini.

Awal tahun 2010, Hino berpartisipasi dlm program AYO INDONESIA, suatu program yg digagas KONI dan Dentsu guna mendukung pengembangan ATLIT NASIONAL. Berdasarkan pertimbangan prestasi, Hino memilih:

1. Eko Yuli-Atlet Angkat Besi
2. Rina Suseanty-Atlet Sepeda Turun Gunung
3. Atep-Atlet Sepak Bola.


Sent from my HinoBerry®
powered by HINO GENUINE PART

Jumat, 10 Desember 2010

Hino Motors Kembangkan Teknologi Hybrid Baru

foto 
Dok: Hino
TEMPO Interaktif, Tokyo - Produsen mobil komersial asal Jepang, Hino Motors Ltd, telah mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan tingkat efisiensi bahan bakar truk berukuran kecil produknya. Teknologi yang dinamai sistem hybrid baru itu diklaim mampu menghemat bahan bakar hingga 50 persen

“Biaya operasional (dengan menggunakan teknologi itu) menjadi rendah, penghematan biaya  berkat efisiensi bahan bakar,  itu setara dengan biaya operasional setelah tiga hingga lima tahun,” tutur Yoshio Shirai, Presiden Hino, seperti dilansir nikkei.com dan dikutip carandcars.com, Selasa (30/11).

Hino menyebut teknologi itu telah diuji coba dengan dipasang pada truk Hino Dutro hybrid.  Truk kecil itu menggunakan mesin dan peranti transmisi baru.

Menariknya, kopling di peranti transmisi diposisikan diantara mesin konvensional dan motor listrik. Posisi itu memungkinkan truk berjalan hanya dengan menggunakan motor listrik.

Berkat teknologi itu, truk besutan Hino yang berbobot 2 ton mampu menempuh jarak 15 kilometer hanya dengan satu liter bahan bakar.  “Konsumsi bahan bakar itu 20 – 30 persen lebih irit ketimbang truk berteknologi hybrid biasa,” aku Hino.

Ihwal harga truk berteknologi baru itu, Hino belum  bersedia menyebutkannya. Pasalnya, kendaraan itu baru diluncurkan pada musim panas mendatang.

Hingga saat ini pabrikan it uterus melakukan penyempurnaan. Beberapa prototipe dikirim ke sejumlah perusahaan, antara lain Sagawa Express Co, Yamata Transport Co, dan Ito En Ltd.  Tujuannya, untuk dilakukan uji pakai dan pengggunaan bahan selama digunakan untuk operasional perusahaan itu dicatat.

Data itulah yang akan dijadikan rujukan oleh Hino untuk menyempurnakan teknologi kontrol dalam rangka meningkatkan keiritan konsumsi bahan bakar.

Minggu, 28 November 2010

Housing Cluth HINO


Rumah Roda Gila atau yang biasa disebut Housing Clutch. Untuk kendaraan HINO Euro2,adalah :

Nomor Parts : 11308 E0A40
Nama Parts  : Housing S/A Clutch

Pastikan untuk mendapatkan HINO GENUINE PART di dealer dekat Anda!


Sent from my HinoBerry®
powered by HINO GENUINE PART

LLC untuk kendaraan HINO


Untuk setiap kendaraan HINO, selalu memakai LLC agar radiator lebih tahan terhadap korosi. Untuk penggantiannya, dapat di beli dealer HINO terdekat.

Nomor Part : 04108 5921L
Nama Part  : Hino LLC - Premixed 20lt

Noted:
Untuk pemakaiannya, tinggal dituang saja. TIDAK PERLU dicampur dengan air lagi.


Sent from my HinoBerry®
powered by HINO GENUINE PART

Kamis, 25 November 2010

Hino Masuk Kota Kupang

Kamis, 18 November 2010 | 11:12 WIB
KUPANG, POS KUPANG.Com -- Produk otomotif terbaru buatan Jepang yakni Hino Dutro yang masuk Indonesia (Jakarta) Oktober 2002 lalu, kini mengembangkan sayapnya di Kota Kupang sebagai ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Masuknya produk Hino Dutro ke NTT ditandai dengan acara Gathering Hino Bersama yang digelar PT Timor Transindo Pratama di Lantai II Restoran Oriental, Jalan Timor Raya, Kota Kupang, Sabtu (13/11/2010) malam. Hadir pada acara tersebut para pengusaha dan investor lokal di Kota Kupang dan sekitarnya. Presiden Direktur PT Timor Transindo Pratama, Eduardus Bouk dalam sambutannya pada acara pembukaan Gathering Hino Bersama yang dihadiri ratusan pengusaha/investor lokal di Kota Kupang, menjelaskan, produk hino yang ditawarkan memiliki ketangguhan di semua medan, sehingga dikenal dengan Jagonya Cari Duit (uang) . "Hino ini lahir pertama dengan empat varian, tapi untuk menjawab selera customer, kini hino telah memiliki 30 varian dengan tujuan membantu usaha para pebisnis. Produk hino yang terkenal saat ini paling tangguh di medan mana pun, yakni bus, dump truk, tangki, truk bak kayu dan mixer. Kami sarankan kepada segenap konsumen di NTT agar segera menggunakan hino karena lebih cocok dengan medan NTT dan menunjang usaha bisnis orang NTT," pinta Bouk . Ditambahkannya, sejumlah keuntungan dari produk hino, selain mampu menjelajahi medan berat, juga cara memperolehnya sangat mudah. Dengan uang muka Rp 30 juta, sudah bisa dibawa pulang satu produk kendaraan hino jenis apa saja. "Selain itu, kami juga memberikan discount Rp 20 juta untuk pembelian semua tipe kendaraan hino," kata Bouk. Ditambahkannya, produk kendaraan hino yang ditawarkan PT Timor Transindo Pratama memiliki bengkel resmi, serta menyediakan spare part untuk mempermudah pelayanan purna jual untuk semua pemakai produk kendaraan hino. Supervisor Marketing Division Hino wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT, Eko Suryo Pramono menambahkan, sejak masuk Indonesia dan di-launching pertama di Jakarta Oktober 2002, market share hino terus naik. Tahun 2009, market share-nya menempati urutan 9 persen . "Dan selama 11 tahun berturut-turut hino menjadi terbesar karena selalu menempati nomor urut 1. Karena itu untuk tahun 2010 ini secara nasional, target kami 12 persen market share," katanya. Menurut Eko, untuk membuktikan kemampuan jelajah medan berat di Kupang, pihaknya telah melakukan uji coba yakni truk hino memuat batu pecah ukuran 2 x 3 cm sebanyak 5,5 kubik menjelajahi pegunungan Kelurahan Naioni pada Jumat (11/11/2010) dengan enteng. (art)

Ketika Pintu Sudah Terbuka


Sunday, 21 November 2010      Koran Seputar Indonesia
INDUSTRI automotif di Indonesia diyakini memiliki prospek yang cukup cerah. Indonesia bukan hanya berpotensi menjadi pasar yang menjanjikan, melainkan juga sangat mungkin menjadi tempat produksi yang produktif bagi berbagai produk automotif.


Pemerintah berharap Indonesia bisa menjadi basis utama bagi produksi automotif di kawasan Asia Tenggara, sebagaimana diungkapkan Menteri Perindustrian MS Hidayat beberapa waktu lalu. Harapan itu bukan sekadar mimpi. Hidayat bahkan optimistis harapan ini bisa tercapai pada 2025.Alasan utama yang menjadi optimisme Hidayat adalah ada sejumlah produsen yang mempertimbangkan Indonesia dijadikan sebagai basis produksi mereka.

Ada nilai positif yang membuat sejumlah produsen melirik Indonesia di antaranya posisi geografis Indonesia yang mudah menjangkau negara-negara lain. Hal ini sangat terkait efisiensi biaya produksi hingga distribusi. Optimisme juga disampaikan Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto.Dibanding Thailand,Indonesia mempunyai kondisi sosial dan politik yang relatif stabil.Menurut Prijono, Indonesia bagi sejumlah merek telah menjadi basis produksi seperti Daihatsu tahun ini memproduksi 300.000 unit, 15% di antaranya diperuntukkan untuk pasar ekspor.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi bahkan optimistis dalam waktu 1–2 tahun Indonesia bisa menyaingi Thailand sebagai basis produksi automotif di Asia Tenggara.Hal itu bisa dicapai lantaran untuk produk- produk automotif tertentu di bawah 1.500 cc, Indonesia saat ini sudah menjadi basis produksi di Asia. Produksi kendaraan di atas 2.000 cc masih dalam proses untuk menjadi basis produksi. Peluangnya makin bertambah karena ada kebijakan dan sistem perpajakan yang mengarahkan Indonesia untuk menjadi basis produksi automotif. Sementara itu, pengamat automotif Suhari Sargo juga berpendapat serupa.

Menurutnya, ke depan volume produksi automotif di dalam negeri masih bisa tumbuh melampaui Thailand lantaran Indonesia memiliki pasar automotif yang besar. Sebaliknya,Thailand termasuk negara yang pasarnya tidak terlalu besar. Indonesia masih bisa tumbuh besar.Kalau kuat dan efisien,Indonesia bahkan bisa melakukan ekspor. Selain volume produksi yang lebih besar, faktor lain yang dapat mendorong Indonesia menjadi basis produksi automotif di Asia adalah dukungan jaringan penunjang industri automotif seperti industri komponen yang kuat. Meski begitu, Suhari mengingatkan, ada beberapa kendala yang harus dihadapi untuk mencapai target tersebut antara lain masalah efisiensi, baik internal maupun eksternal.

Sejumlah produsen sudah menunjukkan keseriusan memberikan peran lebih bagi Indonesia untuk memproduksi produk mereka seperti Suzuki dan produsen mobil premium asal Jerman, Mercedes Benz yang berencana memperkuat produksi di Tanah Air. Suzuki berencana membuat mobil murah (low cost) dan ramah lingkungan (green car) yang diproduksi di Indonesia. Sementara Mercedes berencana membangun industri perakitan mobil di Indonesia. Hidayat mengungkapkan, pengembangan mobil yang akan dilakukan Suzuki melibatkan mitra lokal sehingga terjadi transfer teknologi. Produksinya dibuat di Indonesia seperti mesin.

Kementerian Perindustrian juga berharap Indonesia menjadi basis produksi green car Suzuki, termasuk yang diekspor ke pasar global. Menurut Hidayat, Suzuki ingin meningkatkan produksi dari 110.000 unit menjadi 220.000 unit per tahun.“Sebelum ini Suzuki sudah bekerja sama membangun mobil serupa dengan beberapa negara salah satunya Pakistan,” kata Hidayat (Okezone,22/9). Suzuki telah melontarkan niatnya akan memprioritaskan konsumen Indonesia.Pabrikan yang berpusat di Jepang ini membidik Indonesia sebagai proyek perdana mobil murah. Namun, Suzuki belum mengungkapkan seperti apa mobil murah dari Suzuki yang akan ditawarkan untuk konsumen di dalam negeri.

Meski begitu,kemungkinan terbesar mobil-mobil murah Suzuki ini akan menggunakan mesin generasi “K” yang juga digunakan pada Suzuki Karimun Estilo serta Suzuki Splash. Jika Suzuki hendak menambah kapasitas dan jenis produksi, PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) berencana baru akan membangun industri perakitan mobil di Indonesia. Model yang dibidik adalah tipe E Class,C Class,S Class, A Class, passenger commercial, dan truk. Pemerintah pun siap untuk memfasilitasi agar pabrikan yang bermarkas di Stuttgart (kota di selatan Jerman) ini segera merealisasikan rencana tersebut.

Tetapi, untuk truk dan tipe passenger commercial, Indonesia harus bersaing dengan India. Sejak awal beroperasi, setiap tahun pabrik Mercedes yang dibangun akan mempunyai kapasitas produksi sekitar 4.000 unit E Class, 60.000 unit C Class,dan kurang dari 1.000 unit S Class. Indonesia akan menjadi pemasok,terutama untuk C Class. Untuk hal ini, Mercedes minta dibantu terkait regulasi yang ada semisal impor kaca agar tidak dikenai ketentuan label berbahasa Indonesia. Mercedes berjanji untuk meningkatkan kegiatan produksi lokal dan menambah investasi di Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk mendukung target pemerintah Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi, terutama sektor automotif. Presiden dan CEO Mercedes Benz Indonesia (MBI) Rudi Borgenheimer mengatakan, Mercedes akan mengintensifkan kegiatan dengan memperbanyak produksi model baru. Banyak peluang yang dapat dikembangkan, tetapi dalam strategi jangka menengah pihaknya akan mengawali dengan penambahan kegiatan produksi lokal kendaraan baik kendaraan penumpang atau niaga. Bukan hanya memproduksi, Mercedes juga berencana merancang mobil khusus Indonesia.Mercedes berencana menghadirkan mobil-mobil premium dengan harga lebih terjangkau.

Produsen mobil mewah yang berpusat di Jerman itu berencana menghadirkan mobil harga sekitar Rp300 juta hingga Rp500 juta. Hal ini dilakukan karena segmen pasar mobil di Indonesia cukup besar.Director Marketing MBI Yuniadi Hartono mengatakan,model mobil ini akan benar-benar baru.Yang dibuat nanti satu platform bisa dipakai untuk dibuat beberapa model mulai dari A-Class,BClass, dan mini SUV. Mobil-mobil akan diperkenalkan di seluruh dunia pada 2012.

Optimisme sejumlah kalangan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi tentu akan sangat berarti bagi Indonesia.Jika itu terwujud,industri automotif ini bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu katalisator pertumbuhan ekonomi. (abdul malik/ islahuddin)