Hino New Generation Ranger pertama di dunia, hadir di Indonesia!

Prestasi membanggakan Hino Indonesia sebagai pusat otomotif dunia dengan Grand Launching HINO NEW GENERATION RANGER.....

PERTAMA DI DUNIA!

Jumat, 03 Agustus 2012

Fantastis ! Penjualan Suku Cadang Hino Mencapai Rp 237 Miliar

PT Hino Motors Sales Indonesia berhasil meningkatkan kinerja penjualanya, penjualan suku cadang mencapai Rp 237 miliar pada tahun ini, atau naik 28 persen dibandingkan 2011.

Irwan Supriyono, Executive Officer Service and Sparepart HMSI mengatakan, pasar kendaraan niaga fokus pada daya tahan produk agar bisa tetap beroperasi. Perputaran bisnis suku cadang sangat besar. Tahun ini Hino menargetkan penjualan suku cadang minimal Rp 468 miliar.

Irwan Supriyono mengatakan, Kalau tahun lalu mencapai Rp 404 miliar, tahun ini bisa sekitar Rp 500 miliar. Potensi ke sana memang ada. Dari suku cadang yang berhasil dijual, 60 persen berasal  katergori fast moving, medium (30 persen) dan very slow moving (10 persen

Hino Motors masih pimpin penjualan truk besar

JAKARTA. Besarnya potensi industri pertambangan dan perkebunan turut mengangkat penjualan truk besar dengan kategori 5 (berat) dengan bobot di atas 24 ton. Namun penjual terbesar truk besar masih dalam genggaman PT Hino Motors Sales Indonesia. 

Pada semester I tahun ini, Hino tetap berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar truk besar, dengan penjualan sebanyak 7.139 unit.

Executive Officer Marketing Hino Irwan D. Sutanto, menuturkan, tumbuhnya penjualan Hino sepanjang semester I tahun ini didukung pertumbuhan industri tambang di kuartal I.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan truk besar di semester I 2012 mencapai 10.390 unit, atau naik 87,7% dari periode yang sama tahun lalu, sebanyak 5.535 unit.

Gaikindo memprediksi, sampai akhir 2012, total penjualan truk akan mencapai 16.336 unit, atau naik 20% dari realisasi tahun lalu.

Adapun, penjualan truk besar Hino pada paruh pertama tahun ini tercatat melonjak 111% dibanding periode yang sama 2011, yakni 3.373 unit. "Permintaan melonjak seiring tumbuhnya industri tambang, terutama batubara," jelas Irwan, Kamis (2/8).

Irwan memprediksi, penjualan truk besar di semester II tidak terlalu bagus lantaran krisis Eropa mempengaruhi ekspor, termasuk penurunan ekspor barang tambang.

Penjualan truk besar Hino sepanjang tahun ini diprediksi akan tumbuh 40% dari tahun lalu, atau mencapai 12.245 unit hingga penghujung 2012.

Kamis, 02 Agustus 2012

PABRIK HINO: Produksi 55.0000 mulai akhir 2012

JAKARTA: PT Hino Motors Sales Indonesia, agen tunggal pemegang merek truk dan bus Hino, memastikan pabriknya di Bekasi Jawa Barat pada akhir 2012 dapat berproduksi sesuai kapasitas terbaru mencapai 55.000 unit per tahun setelah mendapat tambahan investasi hingga US$125 juta.


Toshiro Mizutani, President Director PT Hino Motors Sales Indonesia, mengatakan investasi baru yang mulai dikucurkan pada Mei 2012 itu dialokasikan untuk perluasan area pabrik dari 16 hektar menjadi 30 hektar serta peningkatan kapasitas produksi dari sekarang 35.000 unit menjadi 55.000 unit per tahun.

"Perluasan pabrik untuk meningkatan kapasitas produksi dapat berlajan lancar sehingga kami optimistis pada akhir tahun ini sudah bisa berproduksi secara penuh mencapai 55.000 unit per tahun," katanya di Jakarta, (Rabu, 1/8).

Menurutnya, dengan total kapasitas produksi yang ditingkatkan menjadi 55.000 unit per tahun maka Hino Indonesia dapat mempertahankan posisinya sebagai produsen truk dan bus merek Hino di luar Jepang yang terbesar di dunia.

Pabrik Hino di Indonesia, lanjutnya, mendapat pasokan komponen dan suku cadang dari Jepang dan negara lain serta ditambahkan dengan produk lokal, kemudian dirakit menjadi unit mobil, yang sebagian diantaranya diekspor dalam bentuk completely build up.

Toshiro menjelaskan Hino mampu tampil dalam situasi persaingan yang cukup ketat, dengan membukukan penjualan di atas kompetitornya mencapai 17.096 unit pada smester I/2012 atau tumbuh 82% dari realisasi periode yang sama tahun lalu.

Selain ketatnya persaingan antar merek, lanjutnya, Hino juga menghadapi sitausi industri tambang batu bara cenderung turun, yang dapat berdampak menurunkan angka penjualan seluruh merek kendaraan niaga untuk pertambangan.

"Namun, penurunan permintaan truk untuk kegiatan pertambangan tersebut bagi Hino tidak berdampak signifikan pada total penjualan, karena Hino memiliki banyak line up yang dapat diandalkan antara lain kategori truk logistik, seperti truk tanki, mixer, dan packet," ujarnya.

Santiko Wardoyo, Sales and Promotion Director PT Hino Motors Sales Indonesia, menjelaskan Hino memiliki line up mencapai 50 farian terdiri dari truk kategori 2 Ranger sebanyak 32 farian, dan truk kategori 3 di luar bus mencapai 18 farian yang dapat saling menutup angka penjualannya.

"Misalnya, dulu kebutuhan truk tambang mencapai di atas 60%. Tetapi, sekarang ini truk tambang tinggal 40% dan sebagian besar mencapai 60% bergeser masuk truk kargo. tanki, box packet dan mixer," katanya.

Dia mengatakan prospek pasar truk pada paruh kedua tahun ini tetap menjanjikan, dengan syarat situasai ekonomi di dalam negeri tetap kondusif seperti sekarang. Sebab, realisasi pertumbuhan kendaraan niaga tersebut pada smester I/2012 meningkat 22% dari periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan penjualan truk dan bus Hino tidak akan terpengaruh oleh kebijakan penetapan minimal uang muka kredit 25% untuk kendaraan niaga, karena selama ini konsumen Hino sudah terbiasa dengan down payment sebesar 20%-25%.

Menurutnya, manajemen Hino tetap berusaha mendorong pertumbuhan penjualan dengan memperluas jaringan layanan sales, service, dan spare part atau 3 S mencapai 148 outlet yang akan ditingkatkan mejadi 185 outlet pada akhir tahun ini.

Selain memperluas jaringan pelayanan itu, lanjutnya, PT Hino Motors Sales Indonesia juga mengembangkan suku cadang berkualitas sesuai standar Hino di Jepang meliputi 382 item Hino original par yang dibuat di Tanah Air untuk mendukung fungsi Hino genuine par.

"Guna menjamin ketersediaan part atau suku cadang baik yang Hino genuine part maupun buatan lokal yakni Hino original part itu kami sudah mengoperasikan depo di Banjarmasin, Surabaya, Balikpapan dan Medan," tegasnya. (Bsi)

Hino Indonesia Terbesar di Dunia

JAKARTA – Prestasi tinggi ditorehkan Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) sebagai agen pemegang merek Hino di Tanah Air. HMSI sudah berkarier selama 30 tahun di Indonesia, dimana Desember nanti akan genap tiga dekade.


Selama 30 tahun mengaspal di Nusantara, Hino sudah melepas lebih dari 100 ribu unit kendaaraan komersil bus dan truk. Angka ini membuat HMSI melesat sebagai yang terbesar di dunia, setelah Hino Jepang.

“Pada Desember 2012 nanti, Hino Indonesia masuk usia 30 tahun. Dan sejak tahun 2000 lalu, kami sudah menguasai pasar truk selama 12 tahun. Dimana penjualan terbaik kami ada di truk kategori 3 seri Ranger 500, dengan market share mencapai 60 persen,” jelas Santiko Wardoyo, Director Sales and Promotion HMSI, Selasa (31/7/2012).

Penjualan Hino pada semester pertama 2012 ini juga tercatat cukup baik. HMIS sudah melepas 17.400 unit kendaraan sampai Juni 2012. Sedangkan target yang akan dicapai di 2012 ini mencapai angka 35.000 unit.

Segmen bus dan truk sepertinya tidak mengalami gangguan dengan adanya kenaikan DP kredit kendaraan. Kami sudah menerapkan minimal uang muka 20 sampai 25 persen, jadi tidak ada perubahan buat konsumen. Tahun ini harus bisa tembus sampai 35.000 unit,” lanjut Santiko lagi.

Melihat perkembangan pasar truk dan bus yang terus naik, Hino Indonesia langsung menyiapkan penambahan investasi. Rencananyam HMSI akan menyuntikan dana mencapai angka USD125 juta.

"Investasi ini untuk menambah kapasitas produksi dari 35.000 unit menjadi 55.000 unit per tahun. Semua proyek sudah mulai dari Mei 2012. Kami akan memperluas pabrik di Cengkareng menjadi menjadi 30 hektar," tutup Santiko

Hino Siap Remajakan Bus BBG untuk TransJakarta

Jakarta - Armada bus TransJakarta diakui masih kurang. Hino pun menyatakan kesanggupannya jika BLU TransJakarta meminta armada baru atau untuk peremajaan kendaraan.


"Untuk armada Trans Jakarta yang menggunakan BBG itu belum ada perkembangan hingga saat ini. Dan jika TransJakarta meminta kepada kami kami siap," kata General Manager Sales Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia, Hasan Susanto, di Jakarta.

Bahkan Hino siap menyanggupi berapa pun permintaan trans Jakarta, jika dibutuhkan.

"Mau berapa unit yang diminta kita siap. Bahkan kami juga memiliki kendaraan umum hybrid, seperti di Thailand. Dan jika memang menginginkan kendaraan hybrid kita siap juga memberikan," tegasnya.

Lahirkan Bus Kecil
Sementara itu selain untuk TransJakarta, Hino juga siap melahirkan bus kecil di akhir tahun.
"Bus kecil karoseri tahun ini akan kami lahirkan diakhir tahun pada bulan Oktober. Dan target penjualan kami bisa mencapai 1.200-an unit pertahun atau bisa mencapai 600-an per semesternya," imbuh Direktur Marketing and Promotion PT. Hino Motor Sales Indonesia Sartiko Wardiko.

Bus kecil buatan Hino ini membidik para pengusaha pariwisata. "Bus kecil karoseri akan kami perkenalkan, dan nanti kita akan bermain di pariwisata. Seperti kendaraan Cipaganti,"katanya.

Tidak berhenti sampai di situ, Hino pun siap menambah investasi hingga mencapai US$ 125 juta.

"Kami juga menambah investasi kami hingga US$ 125 juta. Dengan menambah kapasitas produksi yang awalnya 35.000 unit menjadi 55.000 unit per tahun. Dan ini sudah mulai beroperasi dari Mei 2012 kemarin, dan secara bertahap akan mencapai 55.000 unit," katanya.

Selain itu dengan investasi ini, kami juga memperluas pabrik di Cikampek yang awalnya 16 hektar menjadi 30 hektar. Dan di bulan Desember 2012 kapasitas produksi kami baru bisa full," tambahnya.



Omzet Suku Cadang Hino Rp 237 Miliar

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) berhasil meningkatkan kinerja purna-jualnya, yaitu penjualan suku cadang mencapai Rp 237 miliar pada paruh pertama tahun ini, atau naik 28 persen dibandingkan 2011.

Irwan Supriyono, Executive Officer Service and Sparepart HMSI, mengatakan, karakter pasar kendaraan niaga fokus pada daya tahan produk agar bisa tetap beroperasi. Perputaran bisnis suku cadang pun sangat besar. Oleh karena itulah, tahun ini Hino menargetkan penjualan suku cadang minimal Rp 468 miliar.

"Kalau tahun lalu mencapai Rp 404 miliar, tahun ini bisa sekitar Rp 500 miliar. Potensi ke sana memang ada," komentar Irwan. Dari suku cadang yang berhasil dijual, 60 persen berasal dari kategori fast moving, medium (30 persen), dan very slow moving (10 persen).

Mudik

Untuk menyambut datangnya musim mudik, HMSI menyediakan 8 titik Posko Mudik Lebaran di sepanjang jalur pantai utara (pantura) dan selatan Pulau Jawa. Lokasi yang dipilih adalah Merak (Banten), Patrol, Nagrek, Cirebon (Jawa Barat), Kebumen, Weleri, Lasem (Jawa Tengah), dan Ngawi (Jawa Timur).

"Posko ini fungsinya memberi rasa aman kepada pengguna Hino dalam perjalanan mudik. Biasanya melayani pemeriksaan kendaraan, konsultasi gratis, servis darurat, dan potongan harga suku cadang sampai 25 persen," beber Irwan.

Hino juga aktif membagikan selebaran informasi kepada semua awak bus Hino di terminal Jakarta, berisi lokasi Posko Mudik Lebaran Hino berikut nomor telepon dan tips pemeriksaan harian mesin bus yang wajib dilakukan.

Tahapan pemeriksaan bus meliputi kondisi ban, lampu depan dan belakang, kaca dan wiper, oli mesin, air radiator, tali kipas, kondisi aki, tutup tangki solar, pedal rem, kopling, dan meter di dasbor.

Hino Sedikit Galau, tetapi Yakin Raih Target

Jakarta, KompasOtomotif — Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) sedikit galau dengan penjualan kendaraan niaga pada paruh kedua tahun ini. Pasalnya, terjadi penurunan harga sejumlah komoditas tambang di pasar internasional dan berpengaruh langsung terhadap penjualan kendaraan niaga, khususnya truk kategori III ke atas.


Santiko Wardoyo, Direktur Promosi dan Penjualan HMSI, mengatakan, penurunan harga batu bara menjadi motor utama yang menyebabkan penjualan di Kalimantan dan Sulawesi turun. Kendati demikian, ia tidak khawatir Hino kehilangan pasar, dan tetap yakin bisa mencapai target penjualan sampai akhir tahun sebesar 35.000 unit.

"Kalau tahun lalu komposisi bisnis kami 60:40 persen untuk pertambangan dan ritel, pada 2012 dibalik. Pasalnya, bisnis lain, seperti kargo dan fast moving consumer goods (FMCG) menggeliat," komentar Santiko, semalam.

Pada semester pertama 2012, Hino berhasil menjual 17.096 kendaraan atau 82,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di segmen truk ringan (kategori II), total penjualan (Januari-Juni 2012) 54.950 unit dan kagetori III (heavy duty) 18.508 unit.

"Untuk kategori II pangsa pasar Hino terus membaik. Posisi terakhir kami memeroleh pangsa pasar 12-13 persen. Untuk heavy duty kami masih pemimpin pasar, 60 persen. Komposisi target tahun ini 21.000 unit dari medium dan 14.000 unit truk ringan," beber Santiko.

Untuk memperluas pasarnya di Indonesia, Hino menambah jaringan baru. Sampai akhir 2011, mereka sudah memiliki 148 jaringan, terdiri dari 38 dealer (3S), 23 dealer cabang, enam subdealer, dan 82 bengkel resmi.

"Tahun ini, kami menargetkan bisa punya 185 jaringan, sedangkan untuk suku cadang sudah punya 1.600 outlet di seluruh Indonesia," tutup Santiko.