Hino New Generation Ranger pertama di dunia, hadir di Indonesia!

Prestasi membanggakan Hino Indonesia sebagai pusat otomotif dunia dengan Grand Launching HINO NEW GENERATION RANGER.....

PERTAMA DI DUNIA!
Tampilkan postingan dengan label HINO News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HINO News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 September 2012

Penjualan Truk Batubara Hino Turun


Penjualan truk batubara PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) pada periode Juli hingga Agustus 2012 menurun sekitar 40 hingga 50%.

"Penurunan penjualan truk kategori Ranger 6x4 sekitar 40 - 50% pada Juli hingga Agustus 2012, turun drastis," kata Direktur Promosi dan Penjualan PT Hino Motors Sales Indonesia Santiko Wardoyo di Jakarta, Kamis  (27/9).

Santiko menjelaskan, jumlah penjualan truk untuk komoditas batubara per bulannya pada semester I-2012 mencapai sekitar 600 unit.

Dia menjelaskan penurunan tersebut masih bisa diselamatkan oleh pengalihan penjualan produk ke segmen truk untuk komoditas non-tambang.

PT HMSI mengaku mengalihkan jalur produksinya kepada truk untuk muatan atau "cargo", truk mixer semen kemudian truk tangki dan komoditas kelapa sawit.

"Jadi Hino masuk ke produk di luar pertambangan, dan potensi pasarnya besar melihat pemesanan kendaraan tersebut masih inden selama sekitar satu hingga dua bulan," jelas Santiko.

Dengan pengalihan produk tersebut, Santiko berharap penjualan kendaraan niaga untuk komoditas non-batubara bisa menutupi penurunan sebesar 40 persen.

"Jumlah target kami hingga akhir 2012 masih belum berubah kendati ada penurunan tersebut, masih di 35 ribu unit," jelas Santiko.

PT HMSI juga mengekspor kendaraan niaga ke tiga negara seperti Vietnam, Bolivia dan Haiti.

Hino telah menggunakan komponen lokal di kendaraannya sebesar 60 persen, dan sisanya masih diimpor dari Thailand serta Jepang.

Pada Januari hingga Mei 2012, PT HMSI mencatat penjualan kendaraan truk Ranger dan bus sebanyak 8.862 unit sedangkan pada Januari hingga Desember 2011 jumlahnya sebanyak 14.344 unit.

Minat truk Hino gunakan gas terhalang infrastruktur


Direktur Promosi dan Penjualan PT Hino Motors Sales Indonesia Santiko Wardoyo mengatakan besarnya minat konsumen terhadap kendaraan niaga berbahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) terhalang oleh kesiapan infrastruktur Indonesia.

"Mereka minat melihat kendaraan CNG, namun khawatir infrastruktur seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) belum banyak," kata Santiko kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Perusahaan truk Hino dalam acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 di Arena Pekan Raya Jakarta menampilkan inovasi kendaraan tractor head berbahan bakar gas asal Thailand, Ranger FM2PKMA NGV.

Menurut Santiko, potensi pasar kendaraan niaga berbahan bakar CNG bagus karena murahnya harga gas serta mendukung kadar emisi gas buang yang lebih rendah.

Kendati demikian, hal tersebut masih dihambat oleh kesiapan pemerintah dalam menyediakan SPBG di sejumlah kawasan industri yang sangat membutuhkan pasokan gas untuk kendaraan.

Banyaknya penggunaan kendaraan CNG untuk mendukung program kendaraan ramah lingkungan, kata Santiko, tergantung beberapa upaya yang akan pemerintah lakukan dalam memberikan jenjang harga yang besar antara CNG dengan solar.

Hal itu dimaksudkan agar mendorong perusahaan untuk menggunakan kendaraan CNG dengan bahan bakar yang lebih murah dan ramah lingkungan.

"Hal kedua adalah infrastruktur di wilayah Jabodetabek. Sewaktu saya ke Surabaya, Jawa Timur, jumlah SPBG lebih banyak ketimbang di Jakarta, namun untuk sementara ketika saya konfirmasi mereka lebih banyak pasok kepada industri," jelas Santiko.

Oleh karena itu, tambah dia, para pengusaha lebih memilih untuk menggunakan truk berbahan bakar solar ketimbang CNG karena masalah efisiensi penggunaan di Indonesia.

Untuk truk, Santiko menjelaskan, tidak bisa menggunakan alat pengubah bahan bakar mesin (converter kit) seperti pada kendaraan penumpang.

"Itu karena sistem pembakaran mesin di truk berbeda bila dibandingkan dengan kendaraan penumpang," jelas dia.

Sebelumnya, Direktur Gas PT Pertamina Hari Karyuliarto mengatakan pihaknya sedang membangun 5 SPBG induk, 9 SPBG cabang, serta 14 SPBG yang terintegrasi dengan pipa gas dalam kurun waktu pembangunan pada 2012 hingga 2013.

Pemerintah telah menyiapkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp2,1 triliun untuk pembangunan infrastruktur tersebut.

Untuk diketahui, harga Bahan Bakar Gas /liter mencapai Rp3.100 sedangkan harga bahan bakar solar mencapai Rp4.500/liter.

Senin, 17 September 2012

PT Hino Motors Sales Indonesia Memperluas Penjualan Suku Cadang

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memperluas penjualan suku cadang dengan mendirikan Depo Spare Parts di Kabupaten Sidoarjo supaya mampu mengurangi waktu pengiriman untuk wilayah Indonesia Timur.

Presiden Direktur HMSI Toshiro Miszutani mengatakan Rabu, dengan adanya depo suku cadang tersebut diharapkan mampu mengurangi lamanya waktu pengiriman suku cadang untuk wilayah Indonesia Timur.

"Depo baru Hino ini sudah menjadi agenda perluasan jaringan kami di tahun 2012 dan akan diikuti dengan pembukaan depo - depo lanjutan seperti di Medan dan Balikpapan," katanya.

Ia mengemukakan, depo - depo tersebut paling lambat akan dibuka pada akhir tahun ini dan diharapkan sudah mampu memberikan kontribusi positif kepada pasar terutama wilayah Indonesia Timur.

"Terkait dengan layaan purna jual, Hino saat ini menguasai pasar kendaraan niaga kategori tiga sebesar 60 persen dan kategori dua sebesar sebelas persen di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, untuk mendukung pasar tersebut, saat ini Hino telah memiliki 117 dealer dan sub dealer, dan juga memiliki 148 jaringan servis yang tersebar di Indonesia.

"Intinya dengan adanya pembangunan depo bangunan ini mampu memberikan kontribusi terhadap dealer yang membutuhkan suku cadang kendaraan tanpa harus menunggu pengiriman dari Jakarta yang membutuhkan waktu lebih lama," katanya.

Sementara itu, Executive Officer HMSI, Iwan Supriyono mengatakan, Hino memiliki truk ringan yang telah disesuaikan dengan karakter medan dan operasional di Jawa Timur dan juga Indonesia wilayah Timur untuk mengatasi beban berat dan medan yang ekstrim.

"Truk ini telah dirancang khusus dengan mengedepankan kemampuan karena memiliki gardan besar dan torsi yang mumpuni sehingga sangat cocok digunakan untuk daerah pertambangan dan juga pengangkut kelapa sawit," katanya.

Penjualan Truck Tidak Terpengaruh Dengan DP 30%

KBRN, Surabaya : Peraturan Bank Indonesia yang menerapkan down payment (DP) 30% untuk pembayaran kredit pembelian barang apapun, tidak mempengaruhi penjualan kendaraan bermotor khususnya mobil dengan kapasitas besar, seperti bus dan truck.
Kendaraan jenis bus ataupun truck oleh para pembeli biasanya digunakan sebagai fasilitas dan saran usahanya. Diantaranya bagi perusahaan oto bus, maupun sarana distribusi untuk truck.
Sales and Promotion Director PT. Hino Motors Sales Indonesia, Santiko Wardoyo mengungkapkan, jika kebijakan tersebut tidak mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap jenis mobil besar. Karena kendaraan tersebut digunakan untuk usaha.
"Untuk DP praktis kita tidak pengaruh, memang inikan lain ya? Kalau bicara masalah truck, inikan mobil kerja ya? Kalau mobil kerja itu, kebanyakan mereka mereka boleh dibilang, segmen segmen di Hino ini, mereka mereka sudah punya modal kerja, punya duwit gitu lho. Jadi masalah down payment tidak masalah," ujar Santiko, di sela pembukaan depo suku cadang di Surabaya, Rabu (12/9).
Di Jawa Timur pangsa pasar kendaraan jenis truck cukup besar, sejak awal tahun 2012 sampai dengan bulan Juni ini, Hino telah mencatatkan penjualan sebanyak 1100 unit all varian. Sedangkan Surabaya, 80% diantaranya pembelian truck jenis kargo. 
"Surabaya itu dominan kendaraan kargo, yakni varian 6x2 atau 4x2. Khusus Jawa Timur total untuk jualan sampe bulan Juni, di angka 1100 unit all varian," tambahnya.
Sementara itu, pembukaan depo suku cadang di Surabaya, tambah Santiko, untuk mensuport penjualan, menjamin ketersediaan suku cadang, mempercepat delivery, selain itu untuk menghemat. 
"Aktivitas atau program program ini akan terus kita lakukan, mengingat unit Hino yang beredar di Indonesia cukup banyak. Perhari 116 ribu tahun 2012, dan 2015 mendatang diperkirakan 250 ribu, sehingga kebutuhan spare part sangat dibutuhkan, karena truk itu kan untuk bekerja, kalo diamnya terlalu lama nanti tidak bagus," imbuhnya.

Ekspansi Pabrik, Hino Gelontor Investasi Rp1,2 T

URABAYA - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menggelontor investasi untuk pengembangan pabrik di Indonesia. Investasi tersebut mencapai USD125 juta (Rp1,2 triliun), dan akan berjalan pada akhir tahun 2012.

President Director HMSI Toshiro Mizutani mengatakan, nilai investasi itu adalah untuk pengembangan pabrik di Indonesia, yakni peningkatan kapasitas produksi.

"Kita akan bermain di kapasitas 75 ribu unit per tahun. Pada tahun sebelumnya hanya 35 ribu unit per tahun," kata Toshiro usai peresmian Depo baru Hino di Surabaya, Rabu (12/9/2012).

Ekspansi pabrik tersebut meliputi proses Asemmbling dan Manufaturing unit di Indonesia. Menurutnya, permintaan pasar kendaraan niaga di indonesia masih terbuka lebar. Saat ini, Hino Indonesia menguasai pasar kendaraan niaga Kategori 3 sebesar 60 persen dan Kategori 2 sebesar 11 persen. Kategori 2 adalah kendaraan dengan berat 8 ton dan Kategori 3 dengan berat 26 ton.

Untuk mendukung pasar tersebut, lanjutnya, Hino telah memiliki 117 dealer dan Sub Dealer, 1.603 part shop dan 148 jaringan service yang tersebar di Indonesia.

Sementara itu Executive Officer HMSI Irwan Supriyono menambahkan, total penjualan unit Hino hingga Juli 2012 mencapai 21 ribu unit, sedangkan target hingga akhir tahun sebesar 35 ribu unit. Irwan juga menyebut, untuk Jawa Timur hingga Juli 2012 tercatat penjualan hingga 1.100 unit.

Jumlah tersebut 80 persen adalah kendaraan niaga untuk Cargo yang terdiri dari varian 6X2 FL series dan 4X2 FL Series. "Target wilayah Jawa Timur hingga akhir tahun 2012 mencapai 4200 unit all varian," tambahnya.

Ke depan, dengan dibangunnya sejumlah depo baru akan semakin mempercepat pengiriman unit serta pelayanan ketersediaan spare part kendaraan.

"Misalnya, dengan adanya Depo di Surabaya, efisiensi pengiriman menjadi mudah. Jika dari Jakarta akan butuh waktu lima hari mengirim barang ke Kalimantan, namun ketika dikirim dari Surabaya butuh waktu dua hari saja," papar Irwan.

Kamis, 02 Agustus 2012

PABRIK HINO: Produksi 55.0000 mulai akhir 2012

JAKARTA: PT Hino Motors Sales Indonesia, agen tunggal pemegang merek truk dan bus Hino, memastikan pabriknya di Bekasi Jawa Barat pada akhir 2012 dapat berproduksi sesuai kapasitas terbaru mencapai 55.000 unit per tahun setelah mendapat tambahan investasi hingga US$125 juta.


Toshiro Mizutani, President Director PT Hino Motors Sales Indonesia, mengatakan investasi baru yang mulai dikucurkan pada Mei 2012 itu dialokasikan untuk perluasan area pabrik dari 16 hektar menjadi 30 hektar serta peningkatan kapasitas produksi dari sekarang 35.000 unit menjadi 55.000 unit per tahun.

"Perluasan pabrik untuk meningkatan kapasitas produksi dapat berlajan lancar sehingga kami optimistis pada akhir tahun ini sudah bisa berproduksi secara penuh mencapai 55.000 unit per tahun," katanya di Jakarta, (Rabu, 1/8).

Menurutnya, dengan total kapasitas produksi yang ditingkatkan menjadi 55.000 unit per tahun maka Hino Indonesia dapat mempertahankan posisinya sebagai produsen truk dan bus merek Hino di luar Jepang yang terbesar di dunia.

Pabrik Hino di Indonesia, lanjutnya, mendapat pasokan komponen dan suku cadang dari Jepang dan negara lain serta ditambahkan dengan produk lokal, kemudian dirakit menjadi unit mobil, yang sebagian diantaranya diekspor dalam bentuk completely build up.

Toshiro menjelaskan Hino mampu tampil dalam situasi persaingan yang cukup ketat, dengan membukukan penjualan di atas kompetitornya mencapai 17.096 unit pada smester I/2012 atau tumbuh 82% dari realisasi periode yang sama tahun lalu.

Selain ketatnya persaingan antar merek, lanjutnya, Hino juga menghadapi sitausi industri tambang batu bara cenderung turun, yang dapat berdampak menurunkan angka penjualan seluruh merek kendaraan niaga untuk pertambangan.

"Namun, penurunan permintaan truk untuk kegiatan pertambangan tersebut bagi Hino tidak berdampak signifikan pada total penjualan, karena Hino memiliki banyak line up yang dapat diandalkan antara lain kategori truk logistik, seperti truk tanki, mixer, dan packet," ujarnya.

Santiko Wardoyo, Sales and Promotion Director PT Hino Motors Sales Indonesia, menjelaskan Hino memiliki line up mencapai 50 farian terdiri dari truk kategori 2 Ranger sebanyak 32 farian, dan truk kategori 3 di luar bus mencapai 18 farian yang dapat saling menutup angka penjualannya.

"Misalnya, dulu kebutuhan truk tambang mencapai di atas 60%. Tetapi, sekarang ini truk tambang tinggal 40% dan sebagian besar mencapai 60% bergeser masuk truk kargo. tanki, box packet dan mixer," katanya.

Dia mengatakan prospek pasar truk pada paruh kedua tahun ini tetap menjanjikan, dengan syarat situasai ekonomi di dalam negeri tetap kondusif seperti sekarang. Sebab, realisasi pertumbuhan kendaraan niaga tersebut pada smester I/2012 meningkat 22% dari periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan penjualan truk dan bus Hino tidak akan terpengaruh oleh kebijakan penetapan minimal uang muka kredit 25% untuk kendaraan niaga, karena selama ini konsumen Hino sudah terbiasa dengan down payment sebesar 20%-25%.

Menurutnya, manajemen Hino tetap berusaha mendorong pertumbuhan penjualan dengan memperluas jaringan layanan sales, service, dan spare part atau 3 S mencapai 148 outlet yang akan ditingkatkan mejadi 185 outlet pada akhir tahun ini.

Selain memperluas jaringan pelayanan itu, lanjutnya, PT Hino Motors Sales Indonesia juga mengembangkan suku cadang berkualitas sesuai standar Hino di Jepang meliputi 382 item Hino original par yang dibuat di Tanah Air untuk mendukung fungsi Hino genuine par.

"Guna menjamin ketersediaan part atau suku cadang baik yang Hino genuine part maupun buatan lokal yakni Hino original part itu kami sudah mengoperasikan depo di Banjarmasin, Surabaya, Balikpapan dan Medan," tegasnya. (Bsi)

Hino Indonesia Terbesar di Dunia

JAKARTA – Prestasi tinggi ditorehkan Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) sebagai agen pemegang merek Hino di Tanah Air. HMSI sudah berkarier selama 30 tahun di Indonesia, dimana Desember nanti akan genap tiga dekade.


Selama 30 tahun mengaspal di Nusantara, Hino sudah melepas lebih dari 100 ribu unit kendaaraan komersil bus dan truk. Angka ini membuat HMSI melesat sebagai yang terbesar di dunia, setelah Hino Jepang.

“Pada Desember 2012 nanti, Hino Indonesia masuk usia 30 tahun. Dan sejak tahun 2000 lalu, kami sudah menguasai pasar truk selama 12 tahun. Dimana penjualan terbaik kami ada di truk kategori 3 seri Ranger 500, dengan market share mencapai 60 persen,” jelas Santiko Wardoyo, Director Sales and Promotion HMSI, Selasa (31/7/2012).

Penjualan Hino pada semester pertama 2012 ini juga tercatat cukup baik. HMIS sudah melepas 17.400 unit kendaraan sampai Juni 2012. Sedangkan target yang akan dicapai di 2012 ini mencapai angka 35.000 unit.

Segmen bus dan truk sepertinya tidak mengalami gangguan dengan adanya kenaikan DP kredit kendaraan. Kami sudah menerapkan minimal uang muka 20 sampai 25 persen, jadi tidak ada perubahan buat konsumen. Tahun ini harus bisa tembus sampai 35.000 unit,” lanjut Santiko lagi.

Melihat perkembangan pasar truk dan bus yang terus naik, Hino Indonesia langsung menyiapkan penambahan investasi. Rencananyam HMSI akan menyuntikan dana mencapai angka USD125 juta.

"Investasi ini untuk menambah kapasitas produksi dari 35.000 unit menjadi 55.000 unit per tahun. Semua proyek sudah mulai dari Mei 2012. Kami akan memperluas pabrik di Cengkareng menjadi menjadi 30 hektar," tutup Santiko

Hino Siap Remajakan Bus BBG untuk TransJakarta

Jakarta - Armada bus TransJakarta diakui masih kurang. Hino pun menyatakan kesanggupannya jika BLU TransJakarta meminta armada baru atau untuk peremajaan kendaraan.


"Untuk armada Trans Jakarta yang menggunakan BBG itu belum ada perkembangan hingga saat ini. Dan jika TransJakarta meminta kepada kami kami siap," kata General Manager Sales Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia, Hasan Susanto, di Jakarta.

Bahkan Hino siap menyanggupi berapa pun permintaan trans Jakarta, jika dibutuhkan.

"Mau berapa unit yang diminta kita siap. Bahkan kami juga memiliki kendaraan umum hybrid, seperti di Thailand. Dan jika memang menginginkan kendaraan hybrid kita siap juga memberikan," tegasnya.

Lahirkan Bus Kecil
Sementara itu selain untuk TransJakarta, Hino juga siap melahirkan bus kecil di akhir tahun.
"Bus kecil karoseri tahun ini akan kami lahirkan diakhir tahun pada bulan Oktober. Dan target penjualan kami bisa mencapai 1.200-an unit pertahun atau bisa mencapai 600-an per semesternya," imbuh Direktur Marketing and Promotion PT. Hino Motor Sales Indonesia Sartiko Wardiko.

Bus kecil buatan Hino ini membidik para pengusaha pariwisata. "Bus kecil karoseri akan kami perkenalkan, dan nanti kita akan bermain di pariwisata. Seperti kendaraan Cipaganti,"katanya.

Tidak berhenti sampai di situ, Hino pun siap menambah investasi hingga mencapai US$ 125 juta.

"Kami juga menambah investasi kami hingga US$ 125 juta. Dengan menambah kapasitas produksi yang awalnya 35.000 unit menjadi 55.000 unit per tahun. Dan ini sudah mulai beroperasi dari Mei 2012 kemarin, dan secara bertahap akan mencapai 55.000 unit," katanya.

Selain itu dengan investasi ini, kami juga memperluas pabrik di Cikampek yang awalnya 16 hektar menjadi 30 hektar. Dan di bulan Desember 2012 kapasitas produksi kami baru bisa full," tambahnya.



Hino Sedikit Galau, tetapi Yakin Raih Target

Jakarta, KompasOtomotif — Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) sedikit galau dengan penjualan kendaraan niaga pada paruh kedua tahun ini. Pasalnya, terjadi penurunan harga sejumlah komoditas tambang di pasar internasional dan berpengaruh langsung terhadap penjualan kendaraan niaga, khususnya truk kategori III ke atas.


Santiko Wardoyo, Direktur Promosi dan Penjualan HMSI, mengatakan, penurunan harga batu bara menjadi motor utama yang menyebabkan penjualan di Kalimantan dan Sulawesi turun. Kendati demikian, ia tidak khawatir Hino kehilangan pasar, dan tetap yakin bisa mencapai target penjualan sampai akhir tahun sebesar 35.000 unit.

"Kalau tahun lalu komposisi bisnis kami 60:40 persen untuk pertambangan dan ritel, pada 2012 dibalik. Pasalnya, bisnis lain, seperti kargo dan fast moving consumer goods (FMCG) menggeliat," komentar Santiko, semalam.

Pada semester pertama 2012, Hino berhasil menjual 17.096 kendaraan atau 82,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di segmen truk ringan (kategori II), total penjualan (Januari-Juni 2012) 54.950 unit dan kagetori III (heavy duty) 18.508 unit.

"Untuk kategori II pangsa pasar Hino terus membaik. Posisi terakhir kami memeroleh pangsa pasar 12-13 persen. Untuk heavy duty kami masih pemimpin pasar, 60 persen. Komposisi target tahun ini 21.000 unit dari medium dan 14.000 unit truk ringan," beber Santiko.

Untuk memperluas pasarnya di Indonesia, Hino menambah jaringan baru. Sampai akhir 2011, mereka sudah memiliki 148 jaringan, terdiri dari 38 dealer (3S), 23 dealer cabang, enam subdealer, dan 82 bengkel resmi.

"Tahun ini, kami menargetkan bisa punya 185 jaringan, sedangkan untuk suku cadang sudah punya 1.600 outlet di seluruh Indonesia," tutup Santiko.

Rabu, 25 Juli 2012

HINO TEAM SUGAWARA siap menghadapi Rally Mongolia 2012

HINO TIM Sugawara akan memakai "HINO 500 Series" truk balap dalam "Rally, Mongolia 2012" yang dijadwalkan untuk memulai pada tanggal 12 Agustus 2012.


Rally Mongolia 2012 akan dimulai / berakhir pada Ulan Bator, Mongolia danmenempuh perjalanan 3.000 km, dalam waktu tempuh lebih dari 8 hari.Para peserta akan menghadapi gansnya Gurun Gobi dengan suhu siang hari mendekati 40 º C. Rally ini sebagai test balapan untuk menghadapai Reli Dakar.Tahun ini, tim akan fokus pada pengujian elektronik yang dikendalikan bahan bakar injeksi (common rail) mesin, dan sistem rem.

Truk itu akan dikemudikan oleh Teruhito Sugawara, yang adalah juara bertahan dengan 3 kemenangan beruntun di kelas Truk bawah 10 liter pada Reli Dakar tahun lalu. Selain itu, sebagai bagian dari upaya tim untuk melatih staf yang lebih muda dan membuat mereka sampai dengan kecepatan pada lingkungan rally, tim akan mengirim anggota staf mahasiswa baru sebagai staf resmi.


Uji coba kecepatan  truk balap baru  telah dilakukan di Lapangan Uji Hino Motors Hamura (Hamura, Tokyo) pada tanggal 14 Juli dan truk dijadwalkan berangkat ke Mongolia pada 19 Juli.
 
Selamat bertanding......HINO NO 1!

Kamis, 12 Juli 2012

Juni, Penjualan Mobil Anjlok 25%

JAKARTA - Kebijakan Bank Indonesia menaikkan uang muka pembelian kendaraan bermotor sebesar 30 persen pada 15 Juni 2012 menurunkan penjualan mobil pada bulan lalu.

"Sampai dengan saat ini, penjualan mobil anjlok 10 hingga 25 persen akibat kenaikan uang muka kendaraan sebesar 30 persen," kata Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman Maman Rusdi di Jakarta, Kamis.

Gaikindo menargetkan penjualan mobil hingga akhir tahun mencapai 875.000 unit. Menurut Sudirman, kalangan APM masih memantau penjualan hingga akhir September.

"APM masih memonitor besarnya penjualan mobil dalam dua bulan ke depan. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya ada peningkatan penjualan mobil baru sebesar 10 persen," katanya.

Akibat kenaikan uang muka sebesar 30 persen, penjualan untuk segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) kelas menengah tidak mengalami peningkatan.

"Penjualan MPV menengah pada harga Rp 150 juta terus melambat dan hal tersebut juga dialami pada produk lain yang harganya di bawah Rp 250 juta," ujarnya.

Sedangkan Chief Executive Officer PT Astra International Tbk, Toyota Sales Operation Jodjana Jody mengatakan 70 persen penjualan kendaraan segmen di bawah Rp150 juta oleh sejumlah APM dibiayai secara kredit, sehingga masih sangat bergantung dengan uang muka. Adapun, DP yang disetorkan untuk segmen tersebut pada setiap transaksi sebagian besar berkisar 10 sampai dengan 15 persen.

"Kebijakan kenaikan DP tidak hanya mengganggu penjualan kendaraan kelas menengah tapi juga akan merusak penjualan kendaraan komersial, seperti truk dan pikap. Tercatat 90 sampai dengan 95 persen penjualan truk di Toyota dilakukan secara kredit," katanya. (tk/ant)

Senin, 09 Juli 2012

Kapasitas Tahunan 13 Perusahaan Otomotif Nasional

Kondisi otomotif yg sedang booming menjadikan para ATPM meningkatkan kapasitas produksinya dalam 2-4th mendatang.

Hino dg kapasitas produksi 35.000 unit/tahun memiliki asset 648milyar dg penyerapan 1.000 org.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sabtu, 07 Juli 2012

HINO incar pasar Indonesia Timur

TEMPO.CO, Makassar - PT Hino Motor Sales Indonesia membidik bisnis transportasi dan ekspedisi di Sulawesi Selatan serta kawasan timur Indonesia. “Dua sektor itu cukup potensial untuk meningkatkan pangsa pasar kami," kata Direktur Sales dan Promosi Hino, Santiko Wardoyo, di Hotel Aston Makassar, Rabu malam, 27 Juni 2012.

Menurut Santiko, kawasan Indonesia timur merupakan pasar potensial untuk kendaraan niaga lantaran menjadi area bisnis pertambangan, perkebunan, pertanian, serta ekspedisi. Di Sulawesi Selatan, beberapa sektor industri yang menjadi target pasar Hino yakni pabrik Semen Bosowa, Semen Tonasa, perusahaan tambang galian C, serta beberapa perusahaan perkebunan sawit, kelapa, karet, dan kakao.

“Kami memiliki produk yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.

Santiko menargetkan tahun ini angka penjualan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencapai 1.200 unit. Rencana ini didukung 6 bengkel dan outlet suku cadang. Sedangkan Komisaris PT Kumala Motor Sejahtera, dealer resmi Hino Makassar, Erwin Tandiawan, mengatakan pada 2013 pihaknya akan memperluas jaringan di Kota Palopo, Kendari, dan Kolaka.

Erwin mengatakan rencana ini didukung peningkatan kapasitas gudang spare part dari 800 item menjadi 2.000 item. "Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia timur adalah pasar potensial untuk kami," katanya.

Secara nasional, tahun ini Hino bakal menguasai lebih dari 60 persen pangsa pasar kendaraan niaga khususnya truk. Hingga kuartal pertama 2012 Hino berhasil menjual 25.400 unit truk atau setara 55,8 persen penjualan truk di Indonesia. Pencapaian ini didukung oleh 117 sales outlet, 1.539 toko suku cadang, serta 148 authorized workshop 3S (sales, service and spare part).

Hino Kucurkan Investasi Rp 11,8 Triliun

TEMPO.CO, Makassar - Hino Motors Ltd, produsen kendaraan niaga asal Jepang, berencana menambah kapasitas produksi di Indonesia. Upaya ini dilakukan dengan membangun pabrik senilai US$ 125 juta atau sekitar Rp 11,8 triliun.

Menurut Presiden direktur PT Hino Motors Sales Indonesia, Toshiro Mizutani, pembangunan pabrik ini bakal menambah kapasitas produksi dari 35 ribu unit menjadi 50 ribu unit per tahun. Kendaraan yang dihasilkan tak cuma dijual di Indonesia.

"Kami juga melayani permintaan di Malaysia dan Thailand." kata dia usai memberikan penghargaan kepada pengguna truk Hino di Hotel Aston Makassar, Rabu malam, 27 Juni 2012.

Toshiro mengatakan tahun ini Hino bakal menguasai lebih dari 60 persen pangsa pasar kendaraan niaga khususnya truk di Indonesia. Hingga kuartal pertama 2012 Hino berhasil menjual 25.400 unit truk atau setara 55,8 persen penjualan truk di Indonesia. Pencapaian ini didukung oleh 117 sales outlet, 1.539 toko suku cadang serta 148 authorized workshop 3S (sales, service and spare part).

Komisaris PT Kumala Motor Sejahtera, Erwin Tandiawan, mengatakan penjualan truk Hino di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencapai 955 unit atau setara 4 persen pasar truk nasional. Kumala Motor, dealer resmi Hino di Makassar, menargetkan penjualan hingga akhir tahun bisa mencapai 1.200 unit.

"Jaringan penjualan Hino didukung bengkel dan toko suku cadang di Makassar dan Mamuju," ujarnya.

Pada 2013 Kumala Motor akan memperluas jaringan di Kota Palopo, Kendari, dan Kolaka. Erwin mengatakan rencana ini didukung peningkatan kapasitas gudang spare part dari 800 item menjadi 2.000 item. "Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia timur adalah pasar potensial untuk kami," katanya.

Kamis, 07 Juni 2012

HINO klaim kuasai 60% pasar truk domestik

MALANG: PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI)  behasil menjual truk  dari Januari-Maret 2012 sebanyak 10.000 unit dengan market share 60% untuk truk Hino 500 atau tipe rangers (medium).
 
Director Sales/Planning & Administration PT HMSI Santiko Wardoyo mengatakan pada 2012 pihaknya menargetkan dapat menjual 35.000 unit truk merek Hino.
 
“Dengan target sebesar itu, berarti terjadi kenaikan 41,9% bila dibandingkan realisasi penjualan truk Hino pada 2011 sebanyak 24.652 unit,” kata Santiko Wardoyo di sela-sela gathering pelanggan setia Hino, Dutro Night,” di Malang Jumat malam.
 
Sumbangan penjualan truk Hino sebagian besar didominasi Hino 500 atau rangers dengan proporsi sebesar 60%, sisanya hampir 40%  Hino 300 (tipe kecil) atau Dutro, dan sebagian kecil lagi Hino 700 atau truk besar dengan kapasitas angkut 60-70 ton.
 
“Truk Hino 700 maupun truk tipe besar  memang kebutuhannya tidak banyak. Biasanya digunakan di sektor pertambangan dan perkebunan di luar Jawa.”
 
Dia menambahkan tahun lalu truk Hino tipe rangers berhasil menguasai pangsa pasar truk Hino 500 dengan daya angkut 30-40 ton. Bahkan  di Jawa Timur, pangsa pasarnya mencapai 67%.
 
Sementara itu Dutro masih kecil, pangsa pasarnya baru 12% untuk  truk sekelas. Namun untuk Jawa Timur lebih tinggi, yakni 16%. Hal itu sesuai dengan karakter daerah Jawa Timur yang medannya banyak bebatuan dan menaik sehingga memerlukan armada yang andal.
 
Chief Operating Officer PT Indomobil Prima Niaga (IPN) Iwan Gunarso, mengatakan realiasi penjualan truk Hino di Jawa Timur  sampai Maret 2012 sebesar 700 unit, sedangkan target penjualan selama 2012 sebesar 3.000-3.700 unit.
 
Adapun, penjualan di Malang sampai Maret, kata Kepala Cabang IPN Malang Ali Murtadho, sebanyak 90 unit, sedangkan target penjualan pada 2012 sebanyak 400 unit. 
 
Penjualan truk Hino terus naik. Pada 2010, IPN Malang berhasil menjual Dutro 105 unit dan  rangers 87 unit. 2011, IPN Malang berhasil meningkatkan penjualan dutro sebanyak 120 unit dan rangers 108 unit atau meningkat 16% dibandingkan 2010.
 
“Hino memiliki truk ringan yang telah disesuaikan dengan medan karakter dan operasional di Malang, yakni Dutro 130 HD. Truk tersebut adalah truk ringan enam ban yang dirancang untuk mengatasi beban berat dan medan yang ekstrim,” kata Iwan.
 
Menurut Santiko,  kenaikan target sebesar  sebesar 40% karena  asumsi bahwa kondisi perekonomian Indonesia 2012 akan lebih baik dibandingkan 2011.  Fundamental perekonomian nasional saat ini bagus yang diindikasikan dengan nilai tukar yang terjaga, inflasi rendah, SBI rendah, dan cadangan devisa bagus.
 
Selain ditopang konsumsi dalam negeri, pertumbuhan perekonomian 2012 diprediksikan didorong oleh investasi langsung. “Saya mendengar banyak  investor asal Jepang akan merealisasikan investasinya pada 2012. Pabrik semen asal China juga akan membuka di sini, di Papua, pabrik semen Thailand.” (sut)

Hino percepat pembangunan pabrik mobil niaga

JAKARTA. Kenaikan permintaan kendaraan niaga, membuat PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) berusaha mempercepat pembangunan pabrik baru yang diharapkan selesai tahun ini.
Santiko Wardoyo Sales and Promotion Director HMSI menuturkan, penyelesaian pabrik baru yang berlokasi di daerah Purwakarta, Jawa Barat itu harus terlaksana akhir tahun ini agar permintaan kendaraan niaga bisa terlayani semua.

"Angka kebutuhan industri terhadap kendaraan niaga semakin besar, jika kapasitas produksi tidak bertambah, maka ini akan membahayakan," kata Santiko kepada KONTAN, Kamis (31/5).
Menurut Santiko, pabrik yang dibangun dengan nilai investasi US$ 107 juta itu berada diulas areal 12 hektare (ha), yang memiliki kapasitas produksi 55.000 unit per tahun.

Kapasitas pabrik Hino sendiri saat ini adalah 35.000 unit per tahun, sama dengan target penjualan Hino tahun ini. Dengan beroperasinya pabrik baru ini, Hino setidaknya bisa menggenjot target penjualan lebih tinggi lagi.

Pada tahun 2012 ini Hino optimistis mampu menjual 35.000 unit kendaraan niaga, atau naik 41,9% dari penjualan tahun 2011 sebesar 24.652 unit. Kuartal I tahun ini, Hino sudah mencatat penjualan 11.717 unit naik 19% dari periode yang sama tahun 2011.

Kontribusi penjualan terbesar Hino di pegang oleh truk segmen kategori 3(berat di atas 10-24 ton) sebesar 7.300 unit. Kontribusi selanjutnya di pegang oleh model truk segmen kategori 2 (berat truck 5-10 ton) dan kategori 5(berat di atas 24 ton).

HINO MOTORS INDONESIA: Permintaan Tinggi, Optimistis Layani Pasar Truk dan Bus

JAKARTA - PT Hino Motors Sales Indonesia, agen tunggal pemegang merek Hino, optimistis dapat menjual truk dan bus Hino sebanyak 17.000 unit pada smester I/2012 mengingat selama periode Januari-April 2012 berhasil menjual 11.717 unit.

Sales and Promotion Director PT Hino Motors Sales Indonesia Santiko Wardoyo mengatakan separoh dari total proyeksi penjualan Hino selama satu tahun ini sebanyak 35.000 unit dapat dicapai karena tingginya permintaan pasar. “Permintaan bus dan truk di dalam negeri cenderung terus meningkat, terutama truk untuk kegiatan pertambangan dan industri, sehingga penjualan kami tumbuh mencapai rata 19% per tahun,” katanya..

Menurutnya, kegiatan pertambangan batu bara di Indonesia sekarang mencapai 350 juta ton per tahun cenderung terus meningkat mencapai sekitar 500 juta ton per tahun sehingga membutuhkan banyak unit truk untuk pengangkutannya. Santiko mengatakan untuk menggarap ceruk pasar kendaraan niaga jenis truk, PT Hino Motors Sales Indonesia mengoptimalkan fungsi diler dan pemasarannya serta percepatan pembangunan pabrik baru di Purwakarta, Jawa Barat.

Dengan dukungan pabrik baru yang dijadwalkan rampung tahun ini PT Hino Motors Sales Indonesia dapat mempertahankan atau melampaui posisinya sekarang yaitu yang kedua setelah Jepang dalam produksi dan pemasaran bus dan truk Hino. “Kami optimitistis dapat mempertahankan atau melampaui posisis itu tetapi dengan tetap fokus pada pemasaran di dalam negeri, karena potensinya yang sangat besar,” ujarnya.
Dia mengatkan pihakhya berusahan meningkatkan penjualan yang telah dicapai pada Januari-April 2012 mencapai 11.717 unit atau sekitar 24% dari total pangsa pasar kendaraan niaga tersebut dalam periode yang sama sebanyak 49.677 unit. Adapun bus dan truk Hino yang terjual pada kwartal I/2012, tambahnya, terdiri dari truk ringan kategori 2 sebanyak 4.404 unit, truk kategori 3 (Ranger dan bus) mencapai 7.273 unit dan kategori 5 (Hino 700) sebanyak 40 unit.

“Di dalam negeri permintaan truk kategori 5 volumenya cukup besar pada kwartal I/2012 mencapai sekitar 320 unit. Untuk itu dengan dukungan prinsipal kami siap menggarap pasar potensial tersebut,” ujarnya.
Sementara itu Sales Support Department Head PT Hino Motors Sales Indonesia Prasetyo AY. menjelaskan pengembangan pemasaran bus dan truk Hino didukung dengan 114 unit diler sebagai sales, services dan spare part di berbagai kota di Tanah Air. Jumlah diler yang rencana ditambah menjadi 170 unit pada 2015 itu didukung dengan fasilitas services sebanyak 1.480 unit yang akan ditingkatkan menjadi 2.700 unit dan layanan spare part yang sekarang 1.500 unit akan dikembangkan hingga 1.700 unit.

“Pengembangan jumlah diler kami laksanakan bersama dengan mitra kerja kami di daerah, dengan total investasi disesuaikan dengan besar-kecilnya tanah dan bangunan yang tersedia,” ujarnya

Sabtu, 31 Maret 2012

Hino Investasi Suku Cadang Rp 25 Miliar

SEMARANG-PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), agen pemegang merek Hino akan memperluas pusat gudang suku cadang dan menambah dua depo suku cadang dengan  investasi senilai Rp 25 miliar.

Director Sales, Planning, & Administration Santiko Wardoyo mengatakan perluasan gudang suku cadang dibutuhkan untuk menjamin ketersediaan suku cadang ke konsumen Hino yang makin meningkat. Hal itu sangat menunjang pencapaian penjualan 2012 yang ditargetkan naik 40%.

“Kami menargetkan penjualan pada tahun ini naik 23.400 unit sejalan dengan peningkatan pembangunan infrastruktur, konstruksi, dan bisnis perusahaan komoditas. Hingga Februari 2012 penjualan Hino Indonesia untuk semua kategori mencapai 6.000 unit, atau meningkat 20% dari penjualan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya dalam pembukaan kembali showroom Hino PT Duta Cemerlang Motor, kemarin.

Saat ini, pihaknya sedang mempelajari penambahan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi sejalan dengan pertumbuhan kendaraan niaga di masa mendatang. Sekarang kapasitas produksi PT Hino Motor Manufacturing 35.000 unit per tahun.

“Kami targetkan kapasitas produksi dapat bertambah menjadi 55.000 unit seiring dengan perluasan pusat gudang suku cadang. Penambahan investasi dan produksi masih dipelajari karena kami meyakini Indonesia berpotensi menjadi basis produksi Hino di ASEAN,” ujarnya.

Dua Depo

Hino, kata dia, menginvestasikan Rp 10 miliar untuk memperluas pusat gudang suku cadang di Jatake, Tangerang, Banten. Gudang tersebut berkapasitas 18.000 item berbagai jenis suku cadang.
Selain memperluas pusat gudang suku cadang, Hino Motor akan menambah dua depo suku cadang di Balikpapan dan Surabaya. Investasi kedua depo tersebut diestimasikan masing-masing sebesar Rp 10 miliar di Balikpapan dan Rp 5 miliar di Surabaya.

Direktur Utama PT Duta Cemerlang Motor (DCM) Christian Hemasurya menambahkan reopening showroom Hino di Semarang adalah upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, mengingat pertumbuhan penjualan kendaraan komersial di kota itu, khususnya truk sedang dan bus terus meningkat lebih dari 20% sejak 2010.

Penjualan Truk Hino di Semarang Naik 30 Persen

SEMARANG, suaramerdeka.com - Direktur PT Cemaco Makmur Corporatama (CMC) Teranggono Mulyono mengaku, penjualan truk Hino di wilayahnya meningkat sekitar 30 persen. Hal itu disampaikannya ketika distributor kendaraan niaga merek Hino di Semarang tersebut, menggelar acara Gowes Hino Cemaco di kantor pusat dan dealer yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang, Sabtu (17/3).

"Ada dua varian produk Hino yang cukup diminati di Semarang, yaitu Hino 300 (Dutro) dan Hino 500 (Rengger). Tahun 2011, untuk Hino 300 kami mampu menjual sekitar 800 unit. Sedangkan Hino 500, kami telah menjual sekitar 1.000 unit. Data ini menunjukkan penjualan Hino meningkat 30 persen dari tahun 2010 lalu. Dan tahun ini kami akan berupaya meningkatkannya lagi," katanya.
Untuk angkutan kargo/distributor atau consumer goods, pihaknya juga mempunyai Dutro 110 SDL, 130 MDL, FL 260 JW, FL 235 JN, dan FL 235 JP yang masing-masing mempunyai ruang kargo terpanjang di kelasnya. Semua unit tersebut dirancang untuk membawa volume besar dan perjalanan antarkota atau provinsi.

"Selain itu, Hino juga memiliki varian bus mulai dari A Series, R Series, FB dan CNG Bus, serta Dutro Mikrobus yang dapat digunakan oleh pengusaha," tambahnya.
Pada hari sebelumnya (16/3), PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) sebagai main distributor kendaraan niaga merek Hino bersama dealer yang ada di Semarang juga mengadakan acara Hino Night di Grand Ballroom Crowne Plaza Hotel, Jalan Pemuda, Semarang. Acara ini bertujuan memberikan penghargaan kepada para pelanggan yang telah mempercayakan armada kendaraan niaganya kepada merek Hino.

Dalam sambutannya Direktur HMSI Santiko Wardoyo menjelaskan, Hino telah memiliki 112 sales outlet, 1.505 parts shop dan 148 Authorized Workshop (termasuk 3S) di Indonesia. "Semua ini kami lakukan untuk memberikan pelayanan penjualan dan purna jual terbaik kepada konsumen. Jargon kami yaitu Move To The Next Stage," tegasnya.

Senin, 09 Januari 2012

SMS interaktif di Talk Show Elshinta

Agar para pendengar bisa mengajukan pertanyaan maka di sediakan SMS INTERAKTIF. Silahkan kirim pertanyaan tentang Hino disesuaikan dengan topiknya dan akan di jawab.
Bagi 3 pendengar yg terpilih di SMS INTERAKTIF akan mendapat souvenir menarik dari Hino.